Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perdana Dibuka, Pasar Tradisional Mbabrik Jadi Magnet Baru Wisata Kuliner Madiun

Erlita H • Senin, 15 Juni 2026 | 05:00 WIB
MEMBLUDAK: Pengunjung memadati Pasar Tradisional Mbabrik di Kelurahan Manisrejo saat hari pertama pembukaan. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
MEMBLUDAK: Pengunjung memadati Pasar Tradisional Mbabrik di Kelurahan Manisrejo saat hari pertama pembukaan. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pasar Tradisional Mbabrik di kawasan Sukati, Jalan Pacar Sari, Kelurahan Manisrejo, langsung menarik perhatian warga pada hari pertama pembukaannya, Minggu (14/6).

Ribuan pengunjung memadati area pasar hingga sejumlah pedagang mengaku kehabisan stok dagangan sebelum kegiatan berakhir.

Pasar yang mengusung konsep tradisional bernuansa tempo dulu tersebut diresmikan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun.

Sejak pagi, masyarakat berdatangan untuk menikmati berbagai kuliner khas dan produk lokal yang dijajakan pelaku UMKM setempat.

Salah satu pedagang, Susilowati, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi.

Produk es krim berbahan sayur dan buah yang dijualnya habis terjual hanya dalam beberapa jam.

“Alhamdulillah, ini pertama kali ikut Pasar Mbabrik dan pembelinya membludak sampai dagangan habis,” ujarnya.

Pasar Mbabrik menghadirkan 15 pelaku usaha yang menawarkan beragam kuliner tradisional, produk Pekarangan Pangan Lestari (P2L), hingga jajanan khas pedesaan.

Keunikan lainnya, seluruh transaksi menggunakan uang kepeng yang harus ditukarkan terlebih dahulu di Bank Simba atau Bank Simpanan Masyarakat Mbabrik.

Konsep tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan suasana pasar tradisional yang berbeda dari pasar modern pada umumnya.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi inisiatif warga yang berhasil mengembangkan potensi lingkungan menjadi kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.

“Warga memiliki inisiatif karena memiliki berbagai produk hasil P2L dan UMKM yang layak dipasarkan,” katanya.

Menurut Bagus, Pemkot Madiun akan mendukung pengembangan Pasar Mbabrik agar tidak hanya ramai saat awal pembukaan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng influencer dan selebgram untuk membantu memperluas promosi pasar kepada masyarakat.

“Pemkot juga akan ikut mendukung. Lurah dan pihak terkait akan terus berkoordinasi untuk pengembangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Manisrejo Suyadi menjelaskan bahwa pasar tersebut merupakan hasil gagasan warga yang dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan.

Nama Mbabrik sendiri diambil dari nama dukuh yang menjadi lokasi penyelenggaraan pasar.

“Pasar Tradisional Mbabrik ini diambil dari nama dukuh, yakni Mbabrik,” terangnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pasar Mbabrik #UMKM Manisrejo #kota madiun #Wisata Kuliner Madiun #pasar tradisional madiun