Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

983 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Suroan dan Suran Agung 2026 di Madiun

Erlita H • Senin, 15 Juni 2026 | 19:48 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, dan jajaran forkopimda memeriksa kesiapan pasukan saat Apel Aman Suro 2026 di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Bupati Madiun Hari Wuryanto, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, dan jajaran forkopimda memeriksa kesiapan pasukan saat Apel Aman Suro 2026 di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Madiun Raya mulai mematangkan pengamanan menjelang rangkaian Suroan dan Suran Agung 2026.

Sebanyak 983 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh agenda berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kesiapan tersebut ditunjukkan dalam Apel Aman Suro 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Madiun, Senin (15/6).

Apel diikuti unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait yang akan terlibat dalam pengamanan kegiatan selama Bulan Suro.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Bulan Suro merupakan agenda besar yang selalu menjadi perhatian bersama karena melibatkan banyak peserta dan masyarakat dari berbagai daerah.

“Ini momen yang luar biasa bagi Kota dan Kabupaten Madiun. Pengamanan harus dilakukan secara sinergis antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait,” ujarnya.

Menurut Bagus, aparat keamanan telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

Karena itu, personel pengamanan disebar di berbagai lokasi strategis untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan ketertiban maupun keamanan.

“Potensi kerawanan sudah dipetakan dan personel telah disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menambahkan, Bulan Suro tidak hanya menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Madiun, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Insya Allah Kabupaten/Kota Madiun tetap kondusif. Ini agenda besar yang juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk konflik antarkelompok.

“Kami sudah melakukan antisipasi terhadap potensi-potensi konflik antarkelompok,” tegasnya.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda besar selama Bulan Suro.

Di antaranya pengesahan warga baru PSHT Pusat Madiun, OCC Pangastuti, hingga kegiatan Suran Agung PSHTMW yang diperkirakan dihadiri ribuan peserta.

Selain menempatkan personel di lokasi kegiatan, aparat juga melakukan penyekatan di sejumlah pintu masuk Kota Madiun untuk mengendalikan mobilitas massa dan menjaga situasi tetap kondusif.

Tak hanya pengamanan fisik, kepolisian turut memperkuat patroli siber guna memantau aktivitas di media sosial.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya provokasi, ujaran kebencian, maupun informasi yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.

Wiwin menegaskan aparat tidak akan ragu menindak pihak yang sengaja menyebarkan ancaman atau konten provokatif selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Apabila masih ada oknum yang menebar ketakutan atau membuat situasi tidak aman melalui media sosial, pasti akan kami tindak,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Suran Agung 2026 #Aman Suro 2026 #suroan madiun #psht madiun #Polres Madiun Kota