Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ulfa Mumtaza Bawa Batik Madiun ke Australia, Koleksi Mozaik Diborong Pengunjung

Erlita H • Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
SENI: Desainer asal Kota Madiun, Ulfa Mumtaza (dua dari kanan), menampilkan koleksi batik bertajuk Mozaik dalam roadshow dan fashion show di Canberra serta Sydney, Australia. FOTO: ISTIMEWA
SENI: Desainer asal Kota Madiun, Ulfa Mumtaza (dua dari kanan), menampilkan koleksi batik bertajuk Mozaik dalam roadshow dan fashion show di Canberra serta Sydney, Australia. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Karya batik desainer asal Kota Madiun, Ulfa Mumtaza, kembali mencuri perhatian di panggung internasional.

Dalam roadshow dan fashion show yang digelar di Canberra dan Sydney, Australia, pada 15–17 Mei 2025, sejumlah koleksi batik rancangannya berhasil menarik minat pengunjung hingga berujung transaksi penjualan.

Tiga koleksi busana yang dipamerkan, yakni blouse, gamis, dan outer, langsung terjual selama kegiatan berlangsung.

Produk-produk tersebut diminati oleh diaspora Indonesia maupun masyarakat Australia yang hadir dalam pameran dan fashion show.

“Yang paling membahagiakan ketika karya anak bangsa bisa diterima dan diapresiasi masyarakat internasional. Batik tidak hanya dipakai, tetapi juga dipahami sebagai identitas budaya Indonesia,” ujar Ulfa Mumtaza.

Fashion designer lulusan LPTB Susan Budihardjo Surabaya itu tampil membawa koleksi bertajuk Mozaik.

Koleksi tersebut mengusung perpaduan motif batik klasik Sido Mukti dan Sido Luhur yang diterjemahkan ke dalam desain busana modern dengan sentuhan detail batu Swarovski.

Ulfa dikenal sebagai perancang yang konsisten mengangkat batik dalam setiap karya fesyennya.

Melalui Butik Ulfa Mumtaza yang didirikannya sejak 2009, berbagai motif tradisional seperti Truntum, Parang, hingga sogan terus dihadirkan dalam rancangan yang mengikuti perkembangan tren mode.

Kegiatan promosi budaya tersebut mendapat dukungan KBRI Canberra dan KJRI Sydney.

Sejumlah pejabat diplomatik Indonesia turut hadir, termasuk Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono dan Konsul Jenderal RI di Sydney Leonard Sondakh.

Dalam agenda tersebut, para desainer Indonesia tidak hanya menampilkan karya melalui fashion show, tetapi juga membuka stan pameran di Wisma Indonesia, Canberra.

Kesempatan itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan batik dan produk fesyen Indonesia secara langsung kepada masyarakat internasional.

Menurut Ulfa, ketertarikan masyarakat Australia terhadap produk berbasis budaya Nusantara terus meningkat.

Tidak hanya batik, berbagai produk tenun dan kriya Indonesia juga mulai mendapatkan tempat di pasar luar negeri.

Bagi Dewan Pakar Persana Jawa Timur sekaligus Sekretaris APPMI Jawa Timur tersebut, keikutsertaan dalam ajang internasional memiliki makna lebih luas daripada sekadar memasarkan produk.

“Setiap karya yang kami bawa bukan hanya busana, tetapi juga membawa cerita dan budaya Indonesia,” katanya.

Roadshow batik Indonesia di Australia tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat.

Ulfa merupakan salah satu desainer yang terlibat sejak kegiatan perdana dan terus konsisten membawa batik Indonesia ke panggung global sebagai bagian dari upaya diplomasi budaya sekaligus penguatan industri kreatif nasional. (err/her/*)

Editor : Hengky Ristanto
#Batik Indonesia #Fashion Show Australia #APPMI Jawa Timur #batik madiun #Ulfa Mumtaza