Jawa Pos Radar Pacitan – Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi dimulai di Kabupaten Pacitan kemarin (15/6).
Sebanyak 1.080 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
Data yang dikumpulkan melalui sensus tersebut akan menjadi salah satu dasar utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan Kiki Ferdiana mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang bertujuan memotret kondisi riil perekonomian hingga level usaha terkecil.
Karena itu, kualitas data yang diperoleh menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Data bukan hanya untuk kebutuhan statistik, tapi akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Menurut Kiki, pelaksanaan sensus di Pacitan memiliki tantangan tersendiri.
Kondisi geografis yang didominasi wilayah perbukitan membuat proses pendataan membutuhkan strategi khusus agar seluruh wilayah dapat terjangkau secara optimal.
Untuk itu, BPS melibatkan petugas yang memahami karakteristik wilayah tugas masing-masing sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan akurat.
Dia menegaskan, semakin baik kualitas data yang dihimpun, semakin tepat pula program pembangunan yang dapat dirancang pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar dan jujur,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wiwoho mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Heru, pemerintah daerah membutuhkan data yang valid untuk memastikan setiap program pembangunan dan kebijakan ekonomi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Data yang akurat sangat penting agar program yang disusun mampu memberikan dampak nyata,” tuturnya.
Dia menambahkan, manfaat sensus tidak hanya dirasakan pemerintah.
Hasil pendataan juga dapat menjadi referensi penting bagi dunia usaha, kalangan akademisi, hingga masyarakat umum dalam melihat potensi ekonomi serta arah perkembangan daerah ke depan.
“Informasi yang diberikan hari ini akan menjadi bekal penting bagi pembangunan dan penguatan ekonomi Pacitan pada masa mendatang,” ucapnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto