Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan konsumsi Pertalite mulai terasa di sejumlah SPBU Kota Madiun.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat sebagian konsumen beralih ke Pertalite sehingga antrean kendaraan di SPBU semakin panjang dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut mendorong Perumda Aneka Usaha Kota Madiun selaku pengelola SPBU Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Mayjend Sungkono untuk lebih cermat mengatur distribusi.
Langkah itu dilakukan agar kuota BBM subsidi tidak habis sebelum akhir bulan.
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kota Madiun Sutrisno mengungkapkan, terjadi peningkatan konsumsi Pertalite sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal.
Meski demikian, stok hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
’’Kalau ada kenaikan konsumsi mungkin sekitar 10 persen. Tetapi sampai sekarang stok masih aman dan jarang mengalami kekosongan,’’ ujarnya, kemarin (16/6).
Menurut dia, pasokan Pertalite yang diterima SPBU sepenuhnya mengacu pada kuota bulanan dari Pertamina.
Untuk SPBU Jalan Basuki Rahmat, alokasi yang diterima mencapai sekitar 300 kiloliter per bulan.
Kuota tersebut menjadi batas maksimal penyaluran BBM subsidi.
Karena itu, pengelola tidak bisa serta-merta meminta tambahan pasokan apabila jatah bulanan habis lebih cepat.
’’Kalau kuotanya habis ya tidak bisa meminta lagi. Kalaupun ada tambahan, nanti akan mengurangi kuota bulan berikutnya,’’ katanya.
Sutrisno menjelaskan, pengaturan distribusi dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya peralihan pengguna Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya ke Pertalite.
Dengan pengelolaan yang hati-hati, stok diharapkan tetap tersedia hingga akhir periode.
Meski konsumsi meningkat, dia menilai kuota yang diberikan Pertamina saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kekurangan pasokan biasanya hanya terjadi menjelang akhir bulan dan jumlahnya relatif kecil.
’’Secara umum masih cukup. Kalau pun kurang biasanya terjadi di akhir bulan dan tidak terlalu banyak,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, volume penyaluran Pertalite di SPBU Jalan Mayjend Sungkono lebih besar dibanding SPBU Jalan Basuki Rahmat.
Tingginya aktivitas kendaraan membuat konsumsi harian di lokasi tersebut hampir dua kali lipat lebih besar.
Hingga kini, belum ada informasi terkait penambahan kuota dari Pertamina.
Namun, seluruh SPBU terus diingatkan untuk menjaga ketersediaan Pertalite agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
’’Pertamina selalu mengimbau agar stok Pertalite tetap tersedia. Artinya pasokan untuk masyarakat tetap menjadi prioritas,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto