Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SMKN 5 Madiun Ajarkan Etika Berpakaian Lewat Program Kamis Kreasi

Erlita H • Rabu, 17 Juni 2026 | 14:00 WIB
Siswa SMKN 5 Madiun mengikuti program Kamis Kreasi. FOTO: ISTIMEWA
Siswa SMKN 5 Madiun mengikuti program Kamis Kreasi. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – SMKN 5 Madiun menghadirkan pendekatan berbeda dalam pendidikan karakter.

Melalui program Kamis Kreasi, siswa diberi kesempatan datang ke sekolah tanpa mengenakan seragam.

Namun, kebebasan tersebut justru dimanfaatkan sekolah untuk mengajarkan etika berpakaian dan kesopanan di ruang publik.

Kepala SMKN 5 Madiun Rofiq Ali Muhsin mengatakan, program tersebut dirancang bukan sekadar memberikan ruang berekspresi bagi peserta didik.

Lebih dari itu, sekolah ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap situasi memiliki norma dan tata cara berpakaian yang perlu dihormati.

“Ketika mengurus KTP, melamar pekerjaan, atau datang ke instansi pemerintah, ada etika berpakaian yang harus dipahami. Itu yang ingin kami tanamkan,” ujarnya, Rabu (17/6).

Menurut Rofiq, kreativitas tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas.

Karena itu, meskipun tidak memakai seragam sekolah, siswa tetap diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan, memakai sepatu, dan menjaga penampilan sesuai norma yang berlaku.

Sekolah juga memilih pendekatan edukatif apabila menemukan siswa yang dinilai kurang tepat dalam berpenampilan.

Guru tidak langsung memberikan hukuman, melainkan melakukan pembinaan dan pendampingan agar siswa memahami alasan di balik aturan tersebut.

“Kami ingin membangun kesadaran, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan,” katanya.

Program Kamis Kreasi dilaksanakan setiap Kamis pada pekan ketiga setiap bulan dan saat ini masih berada dalam tahap uji coba.

Sebagai pelengkap, sekolah juga menerapkan konsep berbeda pada Kamis pekan pertama, yakni mewajibkan siswa mengenakan pakaian profesional layaknya dunia kerja.

Melalui pola tersebut, siswa tidak hanya belajar mengekspresikan diri, tetapi juga memahami pentingnya menyesuaikan penampilan dengan situasi dan lingkungan yang dihadapi.

Rofiq berharap program tersebut mampu membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan akademik dan vokasi, tetapi juga karakter yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah membentuk karakter siswa yang kreatif, percaya diri, tetapi tetap menjunjung etika dan kesopanan,” tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#smkn 5 madiun #Kamis Kreasi #etika berpakaian #sekolah madiun #pendidikan karakter