Jawa Pos Radar Madiun - PT PLN (Persero) UP3 Madiun mengambil langkah strategis guna memastikan kesiapan total seluruh sumber daya pendukung layanan kelistrikan di wilayah kerjanya.
Mengusung semangat Hari Lahir Pancasila, manajemen menggelar Apel Gelar Peralatan dan Personel Calon Penyedia Jasa Konstruksi Distribusi di Lapangan PLN UP3 Madiun, Kamis (11/6).
Agenda rutin ini merupakan bagian dari Apel Gelar Peralatan dan Personel KHS Jasa Konstruksi yang dilaksanakan secara serentak oleh PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen PLN UP3 Madiun, para perwakilan calon penyedia jasa konstruksi, serta tim pemeriksa internal dari berbagai divisi teknis.
Uji Kelayakan Ketat Sembilan Calon Vendor
Tercatat sebanyak 9 calon penyedia jasa konstruksi atau vendor mengikuti proses pemeriksaan dan evaluasi kelayakan secara maraton dalam kegiatan ini.
Tim pemeriksa yang terdiri dari unsur Teknik, Konstruksi, Transaksi Energi (TE), Pengadaan, hingga K3L melakukan verifikasi faktual secara mendetail di lapangan.
Pemeriksaan tersebut meliputi keabsahan berkas administrasi, kondisi kelayakan fungsi peralatan kerja, kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga kesiapan fisik personel.
Seluruh hasil penilaian peninjauan ini nantinya akan menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan kerja sama proyek konstruksi sesuai standar tinggi PLN.
Baca Juga: Integrasikan METAPRO dan Sekolah Peduli Inflasi, SMPN 4 Madiun Raih Penghargaan Green School
Keselamatan Kerja dan Kualitas Jadi Fondasi Utama
Manager PLN UP3 Madiun, Purwanto, dalam arahannya memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya komitmen seluruh pihak untuk mengutamakan aspek keselamatan kerja.
Menurut Purwanto, penerapan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kualitas eksekusi proyek di lapangan merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Melalui apel gelar peralatan dan personel ini, kami ingin memastikan bahwa setiap calon penyedia jasa konstruksi memiliki kesiapan yang memadai baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan kerja, maupun penerapan aspek keselamatan kerja," ujar Purwanto.
Purwanto menambahkan bahwa kesiapan yang matang dari pihak ketiga ini menjadi faktor pembeda untuk mendukung pasokan listrik bermutu tinggi bagi pelanggan tanpa adanya gangguan.
Langkah preventif ini juga menjadi bukti nyata dari komitmen PLN untuk terus membangun ekosistem kerja yang profesional, berintegritas tinggi, dan nihil kecelakaan kerja (zero accident).
Apresiasi dari Mitra Penyedia Jasa
Di sisi lain, Direktur PT Rajawali Sakti Abadi, Rosyani, selaku perwakilan calon penyedia jasa konstruksi yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas ketatnya standardisasi PLN.
Menurutnya, proses evaluasi terbuka seperti ini memberikan gambaran yang sangat transparan mengenai ekspektasi serta aturan main keamanan kerja yang ditetapkan oleh jajaran BUMN tersebut.
“Bagi kami sebagai calon penyedia jasa konstruksi, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi yang sangat baik untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan ekspektasi PLN," ungkap Rosyani.
Rosyani berharap perusahaannya dapat lolos verifikasi agar bisa berkontribusi aktif mendukung penyediaan jaringan infrastruktur listrik yang andal bagi hajat hidup masyarakat luas.
Melalui sinergi yang kokoh antara PLN dan mitra kerja yang kompeten, diharapkan tercipta budaya gotong royong yang positif demi mewujudkan ketahanan energi distribusi nasional yang berkelanjutan. (*)
Editor : Mizan Ahsani