Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

SPMB Tahap 2 Dibuka, Ribuan Siswa Berebut Kuota Afirmasi dan Prestasi di Madiun

Erlita H • Kamis, 18 Juni 2026 | 01:23 WIB
Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun Changgih Swantaka Yoga Nendi
Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun Changgih Swantaka Yoga Nendi

Jawa Pos Radar Madiun – Perebutan kursi SMA dan SMK negeri memasuki fase krusial.

Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tahap kedua resmi dibuka kemarin (17/6), membuka peluang bagi ribuan calon siswa melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi.

Tahap ini menjadi kesempatan penting bagi peserta yang belum lolos pada jalur sebelumnya.

Untuk jenjang SMA, kuota yang diperebutkan mencapai 40 persen dari total daya tampung. Sementara SMK menyediakan kuota sebesar 25 persen.

Kasi SMA/PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Madiun Changgih Swantaka Yoga Nendi menjelaskan, porsi terbesar pada jenjang SMA berada di jalur afirmasi.

Rinciannya, 13 persen untuk keluarga ekonomi tidak mampu dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), 7 persen afirmasi nilai akademik bagi keluarga tidak mampu, 5 persen anak buruh, serta 5 persen penyandang disabilitas.

Sedangkan pada jenjang SMK, kuota afirmasi terdiri atas 7 persen bagi keluarga ekonomi tidak mampu dan ADEM, 5 persen anak buruh, serta 3 persen penyandang disabilitas.

Selain afirmasi, tersedia jalur mutasi tugas orang tua sebesar 3 persen dan anak guru atau tenaga kependidikan sebesar 2 persen untuk SMA maupun SMK.

Sementara jalur prestasi hasil lomba memperoleh kuota 5 persen yang terdiri atas 2 persen prestasi akademik dan 3 persen prestasi nonakademik.

Yang menarik, tahun ini setiap SMA dan SMK negeri menyediakan kuota khusus atau golden ticket masing-masing satu kursi bagi ketua OSIS dan penghafal kitab suci.

“Untuk kategori ketua OSIS dan penghafal kitab suci disediakan kuota khusus masing-masing satu calon murid baru di setiap satuan pendidikan,” ujar Changgih.

Dia menegaskan seluruh dokumen peserta akan diverifikasi secara ketat sesuai petunjuk teknis SPMB Jatim 2026.

Jalur afirmasi wajib dilengkapi dokumen pendukung seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sementara itu, peserta jalur mutasi harus menyertakan surat penugasan orang tua serta surat keterangan pindah domisili.

Untuk jalur prestasi, peserta diwajibkan mengunggah piagam atau sertifikat dari kompetisi yang diselenggarakan pemerintah, BUMN, BUMD, maupun lembaga yang bekerja sama dengan instansi resmi.

“Seluruh satuan pendidikan melakukan verifikasi dokumen sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Changgih, jalur afirmasi dan mutasi dapat diikuti calon murid yang berdomisili di dalam rayon maupun wilayah perbatasan rayon.

Pada jenjang SMA, peserta hanya diperbolehkan memilih satu sekolah.

Sedangkan calon siswa SMK dapat memilih satu konsentrasi keahlian sesuai minat dan kompetensinya.

Pendaftaran tahap kedua berlangsung hingga 18 Juni. Hasil seleksi akan diumumkan pada 22 Juni sebelum dilanjutkan dengan tahap terakhir melalui jalur nilai prestasi akademik. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#SPMB 2026 #SMA Negeri Madiun #SMK Negeri Madiun #SPMB Jatim #jalur afirmasi