Jawa Pos Radar Madiun – Narasi wisata sejarah terus diperkuat dalam rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Salah satunya melalui tradisi ziarah ke makam para tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan pembangunan Kota Pendekar.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama jajaran forkopimda melaksanakan ziarah ke Makam Kuno Kuncen, Jumat (19/6).
Rombongan berdoa dan melakukan tabur bunga di pusara Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno atau Pangeran Timur.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke Makam Kuno Taman yang menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh bersejarah.
Di antaranya Raden Ronggo Prawirodirjo I, Raden Ronggo Prawirodirjo II, serta Sentot Alibasya Prawirodirjo.
Prosesi berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pemerintahan dan perkembangan Kota Madiun.
“Ini bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus mendoakan agar beliau-beliau mendapat keberkahan,” ujar Bagus.
Menurut dia, kegiatan ziarah tidak sekadar menjadi tradisi tahunan dalam peringatan hari jadi daerah.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan harus tetap berpijak pada nilai sejarah dan budaya lokal.
Karena itu, Pemkot Madiun mulai menyiapkan kawasan Makam Kuno Kuncen dan Makam Kuno Taman sebagai destinasi wisata religi dan sejarah yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata daerah.
Bagus menilai situs-situs bersejarah tersebut memiliki nilai edukasi yang tinggi sekaligus dapat menjadi sarana memperkenalkan sejarah Kota Madiun kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Pengembangan wisata berbasis sejarah juga sejalan dengan upaya pemkot membangun identitas Kota Madiun melalui pendekatan budaya, kearifan lokal, dan jejak perjuangan tokoh-tokoh terdahulu.
“Harapannya anak-anak muda semakin mengenal sejarah Kota Madiun melalui situs-situs bersejarah yang ada,” pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto