Jawa Pos Radar Madiun – Parade Military Drumband menjadi salah satu magnet utama perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Ribuan warga memadati sepanjang rute dari Balai Kota hingga Stadion Wilis untuk menyaksikan penampilan sembilan tim drumband terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur, Sabtu (20/6).
Ajang yang mengusung tema Madiun Berkilau itu menghadirkan persaingan ketat antarpeserta.
Hasilnya, SMA 3 Taruna Angkasa Jawa Timur kembali keluar sebagai juara pertama.
Posisi kedua ditempati SMA Taruna Madani Pasuruan, sementara SMK Negeri 3 Kota Madiun berhasil meraih peringkat ketiga.
Parade tahun ini mengusung konsep military drumband yang menonjolkan unsur kedisiplinan, kekompakan, keterampilan, dan ketepatan gerak.
Para peserta juga menampilkan berbagai atraksi menarik lengkap dengan kostum tematik yang memikat perhatian penonton.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forkopimda melalui penabuhan bass drum secara simbolis.
Sebelum parade dimulai, masyarakat juga disuguhi pertunjukan pencak silat dari paguyuban perguruan silat Kota Madiun.
Bagus mengatakan konsep military drumband sengaja dipilih karena mampu menggabungkan unsur seni, disiplin, dan karakter yang kuat dalam satu pertunjukan.
“Parade drumband memang menjadi kegiatan rutin pemkot setiap tahun. Tahun ini konsepnya military sehingga penilaiannya lebih menitikberatkan pada disiplin, kekompakan, dan keterampilan peserta,” ujarnya.
Menurut Bagus, kualitas seluruh peserta tahun ini cukup merata.
Bahkan selisih nilai antartim relatif tipis karena masing-masing mampu menampilkan performa terbaik di hadapan dewan juri dan masyarakat.
Meski demikian, SMA 3 Taruna Angkasa Jawa Timur kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu tim drumband terbaik dengan penampilan yang dinilai paling impresif.
“Penampilannya memang bagus dan konsisten dari tahun ke tahun,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Madiun berencana meningkatkan skala penyelenggaraan parade pada tahun mendatang.
Selain menjadi wadah kreativitas pelajar, kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Kehadiran ribuan penonton turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.
“Harapannya kegiatan seperti ini berdampak pada perputaran ekonomi. Masyarakat keluar menyaksikan parade dan pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya,” pungkas Bagus. (err/her/adv)
Editor : Hengky Ristanto