Jawa Pos Radar Madiun – Jalur golden ticket dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Kota Madiun 2026 masih menyisakan banyak kursi kosong.
Hingga penutupan pendaftaran tahap pertama pada Jumat (19/6), baru 14 calon peserta didik yang dinyatakan diterima dari total kuota 42 kursi yang tersedia.
Artinya, masih terdapat 28 kursi yang belum terisi dan berpotensi dialihkan pada tahapan seleksi berikutnya sesuai mekanisme pemenuhan pagu.
Tahun ini, Pemerintah Kota Madiun mengembangkan skema jalur golden ticket.
Jika sebelumnya hanya diperuntukkan bagi hafiz Alquran, kini kuota khusus berbasis prestasi keagamaan juga dibuka bagi calon peserta didik dari agama Buddha dan Kristen.
Data Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun menunjukkan kursi jalur golden ticket yang terisi tersebar di sejumlah sekolah.
Di antaranya SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 12, dan SMPN 13.
Sementara itu, masih ada lima SMP negeri yang belum mendapatkan pendaftar pada jalur tersebut sehingga kuota yang tersedia belum terpakai.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan perluasan jalur golden ticket dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta didik yang memiliki prestasi dan kompetensi di bidang keagamaan.
Selain itu, keberadaan mereka di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi siswa lainnya.
"Kami berharap mereka dapat menjadi figur percontohan sekaligus magnet positif yang mampu menuntun rekan-rekan sejawatnya di lingkungan sekolah," ujarnya, Minggu (21/6).
Meski jumlah pendaftar pada tahap pertama belum tinggi, Lismawati menilai kondisi tersebut masih wajar.
Sebab, sebagian besar calon peserta didik biasanya memilih menunggu pembukaan jalur domisili yang memiliki kuota lebih besar.
Karena itu, siswa yang belum lolos pada tahap pertama diminta tidak berkecil hati.
Mereka masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur domisili maupun jalur pemenuhan pagu yang akan dibuka dalam tahapan berikutnya.
Menurut dia, seluruh lulusan SMP di Kota Madiun tetap memiliki peluang mendapatkan sekolah sesuai jenjang yang dituju karena pemerintah telah menyesuaikan jumlah kuota dengan lulusan tahun ini.
"Kami sudah menyiapkan kuota sesuai jumlah lulusan, sehingga seluruh anak tetap akan mendapatkan sekolah," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto