Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Pangongangan bakal menjadi salah satu wajah baru wisata sejarah di Kota Madiun.
Pemkot Madiun bersama pegiat sejarah mulai menyiapkan konsep walking heritage and city tour yang mengajak wisatawan menjelajahi jejak masa lalu kota melalui bangunan dan situs bersejarah yang masih tersisa.
Salah satu lokasi yang akan menjadi daya tarik utama adalah Ndalem Kepangeranan di Kelurahan Pangongangan.
Bangunan yang dahulu difungsikan sebagai rumah singgah para putra Bupati Madiun itu masuk dalam daftar objek wisata sejarah yang akan dikembangkan.
Selain Ndalem Kepangeranan, sejumlah situs bersejarah lain juga akan dimasukkan dalam rute wisata.
Di antaranya bekas Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani serta Klenteng Lama yang berada di kawasan Jalan Mayjend Sungkono.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara komunitas sejarah Historia Van Madioen, Kelurahan Pangongangan, dan Kawista Temu Sejarah.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan pengembangan wisata sejarah menjadi bagian dari konsep experience tourism yang sedang disiapkan pemerintah daerah.
Konsep itu tidak hanya menawarkan destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman memahami cerita dan nilai sejarah yang melekat pada setiap lokasi.
" Pangongangan memiliki banyak potensi bangunan heritage. Melalui program ini kami ingin membuka akses bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal sejarah Kota Madiun lebih dekat," ujarnya, Minggu (21/6).
Menurut Bagus, wisata sejarah juga dapat menjadi sarana memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya.
Dia berharap masyarakat Kota Madiun ikut memahami sejarah daerahnya sehingga mampu menjadi duta promosi wisata bagi para pengunjung dari luar daerah.
"Kalau wisatawan luar ingin belajar tentang Madiun, masyarakat Madiun sendiri juga harus memahami sejarah kotanya," katanya.
Sementara itu, Ketua Historia Van Madioen Septian Dwita Kharisma menyebut kegiatan walking heritage yang digelar kali ini menjadi proyek percontohan wisata sejarah berbasis masyarakat yang akan terus dikembangkan.
Dalam penelusuran tersebut, tim pegiat sejarah menemukan sejumlah fakta baru yang memperkaya khazanah sejarah Kota Madiun.
Salah satu temuan penting adalah teridentifikasinya lokasi yang diduga sebagai bekas Klenteng Lama.
Situs tersebut selama bertahun-tahun menjadi misteri dan belum pernah dipastikan keberadaannya.
"Klenteng Lama sudah lama kami telusuri. Baru sekarang ditemukan jejak yang mengarah pada lokasi tersebut," ungkapnya.
Tidak hanya itu, tim juga menemukan informasi baru mengenai lokasi pengungsian warga Tionghoa pada masa lampau.
Jika sebelumnya hanya dikenal satu titik pengungsian di kawasan Jalan Barito, hasil penelusuran terbaru menunjukkan adanya tiga lokasi pengungsian yang berada di wilayah Pangongangan.
Septian berharap pengembangan wisata sejarah mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal akar sejarah daerahnya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian bangunan bersejarah.
"Sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi bagian dari identitas Kota Madiun yang harus dijaga bersama," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto