Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Kerahkan 2.600 Kader Dasawisma untuk Pemetaan Kemiskinan dan Pengangguran

Erlita H • Senin, 22 Juni 2026 | 00:30 WIB
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyampaikan arah pembangunan daerah dalam momentum Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyampaikan arah pembangunan daerah dalam momentum Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. FOTO: DISKOMINFO KOTA MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun tidak hanya menjadi ajang seremonial.

Pemkot Madiun menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Fokus utama pembangunan ke depan diarahkan pada pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, serta peningkatan kualitas hidup warga di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan seluruh program pemerintah akan dirancang agar memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat.

Karena itu, berbagai kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun juga dikemas dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan warga.

"Kegiatan yang kami laksanakan harus berdampak langsung kepada masyarakat," ujarnya, Minggu (21/6).

Menurut Bagus, situasi ekonomi global saat ini berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk perekonomian daerah.

Karena itu, pemerintah kota memilih memperkuat koordinasi dengan DPRD dalam menyusun strategi pembangunan yang lebih adaptif dan tepat sasaran.

Dia menegaskan seluruh kebijakan yang disiapkan akan dibahas bersama DPRD agar memperoleh masukan sekaligus pengawasan yang konstruktif.

"Semua strategi yang kami siapkan akan kami komunikasikan dengan DPRD untuk mendapatkan masukan, saran, maupun kritik," katanya.

Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Madiun mengalami tren penurunan, pemerintah tidak ingin terlena dengan capaian tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Madiun saat ini tengah menyiapkan pendataan sosial ekonomi secara menyeluruh hingga tingkat keluarga.

Pendataan dilakukan dengan melibatkan lurah, pengurus RT, hingga sekitar 2.600 kader dasawisma yang akan turun langsung ke lapangan untuk memotret kondisi riil masyarakat.

Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun program bantuan maupun pemberdayaan yang lebih tepat sasaran.

"Kami ingin program pemerintah benar-benar bisa mengintervensi masyarakat secara person to person. Karena itu datanya harus detail," tegasnya.

Menurut Bagus, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan dan tidak salah sasaran.

Karena itu, pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran akan menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan Kota Madiun beberapa tahun ke depan.

Dengan data yang lebih akurat, pemerintah berharap berbagai program sosial, pelatihan kerja, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

"Prioritas kami jelas, bagaimana angka kemiskinan dan pengangguran terus ditekan melalui program yang tepat sasaran," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#dasawisma #Kemiskinan #pengangguran #Hari Jadi Kota Madiun #Pemkot Madiun