Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ryma Affany, PA Nasi Pecel 99 yang Aktif Lestarikan Batik dan Kebaya di Madiun

Erlita H • Senin, 22 Juni 2026 | 16:00 WIB
Ryma Affany atau Farah, perempuan muda asal Kota Madiun yang aktif sebagai Personal Assistant, pegiat pelestarian batik dan kebaya, serta tengah mengembangkan dunia usaha. FOTO: ISTIMEWA
Ryma Affany atau Farah, perempuan muda asal Kota Madiun yang aktif sebagai Personal Assistant, pegiat pelestarian batik dan kebaya, serta tengah mengembangkan dunia usaha. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Kesibukan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian Ryma Affany.

Perempuan 25 tahun yang akrab disapa Farah itu sukses menjalani berbagai peran sekaligus, mulai Personal Assistant (PA), aktivis pelestarian budaya, hingga womanpreneur muda.

Warga Bhakti Pesona, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun tersebut saat ini dipercaya sebagai Personal Assistant pemilik Nasi Pecel 99.

Profesi itu membawanya bertemu berbagai kalangan, mulai investor, pelaku usaha, hingga relasi bisnis dari berbagai daerah.

Perjalanan Farah di dunia profesional bermula dari tugas mengelola media sosial Nasi Pecel 99.

Berkat dedikasi dan kemampuannya, kepercayaan yang diberikan terus bertambah hingga akhirnya mendampingi pemilik usaha dalam berbagai agenda bisnis sejak akhir 2024.

"Awalnya saya membantu mengelola media sosial. Lama-lama dipercaya ikut dalam berbagai kegiatan dan pertemuan bisnis," ujarnya, Senin (22/6).

Baca Juga: Hubungan AS-Israel Retak, Pemerintahan Donald Trump Disebut Siapkan Siasat Gusur Netanyahu

Bagi Farah, profesi Personal Assistant bukan sekadar mengatur jadwal dan administrasi.

Dia dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai karakter dan situasi yang berbeda setiap hari.

Kemampuan berkomunikasi dan menyesuaikan diri menjadi bekal penting yang terus diasah dalam pekerjaannya.

"Yang paling penting kemampuan menyesuaikan diri. Setiap orang punya karakter berbeda dan itu menjadi pengalaman yang sangat berharga," katanya.

Di tengah aktivitas profesionalnya, Farah tetap menyempatkan diri aktif dalam kegiatan pelestarian budaya.

Sejak 2024, dia bergabung dengan Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia Kota Madiun dan dipercaya sebagai Humas Publikasi.

Melalui organisasi tersebut, Farah terlibat dalam berbagai kegiatan promosi dan edukasi budaya, khususnya pelestarian kain tradisional, batik, serta kebaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai di tengah perkembangan zaman.

"Lewat bidang humas, saya ikut membantu mengenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat," tuturnya.

Selain aktif di organisasi, Farah juga memiliki ketertarikan besar terhadap dunia usaha.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Belanda 2026: Veda Ega Pratama Sudah Familiar dengan Sirkuit Assen

Ketertarikan itu muncul sejak 2019 ketika dia mulai merintis bisnis online shop pakaian.

Perjalanannya kemudian berlanjut dengan menjadi agen produk perawatan kulit sebelum mencoba mempelajari sektor usaha yang lebih luas dan menantang.

Mahasiswa S1 Manajemen Universitas Terbuka semester empat tersebut kini mulai mendalami bisnis penerangan jalan umum (PJU) dan sektor minyak dan gas (migas).

"Saya memang ingin memiliki usaha sendiri. Ada kebebasan untuk mengembangkan sesuatu yang dibangun dari awal," ungkapnya.

Ke depan, Farah ingin terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui organisasi perempuan maupun dunia usaha yang sedang dirintisnya.

Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat dan inspirasi bagi lingkungan sekitar.

"Saya ingin menjadi perempuan yang terus bertumbuh dan bisa menginspirasi orang lain melalui apa yang saya kerjakan," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Ryma Affany #komunitas kain dan kebaya #nasi pecel 99 #batik madiun #madiun