Jawa Pos Radar Madiun – Kabar baik datang bagi calon jemaah haji asal Kota Madiun.
Kuota haji tahun 2027 bertambah 13 kursi, dari sebelumnya 227 menjadi 240 jemaah.
Meski demikian, tambahan kuota tersebut belum mampu memangkas panjangnya antrean keberangkatan.
Saat ini, masa tunggu haji di Jawa Timur masih mencapai sekitar 29 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun Datik Ardiyah mengatakan, penambahan kuota diberikan seiring tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
"Kuota haji Kota Madiun naik dari 227 menjadi 240 orang karena jumlah pendaftar cukup banyak," ujarnya, Selasa (23/6).
Menurut Datik, peluang keberangkatan calon jemaah tetap ditentukan berdasarkan nomor porsi dan ketersediaan kuota nasional.
Karena itu, masyarakat yang telah memiliki kemampuan finansial disarankan segera mendaftarkan diri tanpa menunda waktu.
Panjangnya antrean membuat Kemenhaj mulai mendorong masyarakat untuk mendaftar sejak usia muda.
Bahkan, anak berusia 12 tahun sudah dapat didaftarkan sebagai calon jemaah haji.
"Kalau memungkinkan, anak usia 12 tahun sudah bisa didaftarkan. Dengan masa tunggu yang panjang, mereka berpeluang berangkat saat usia masih produktif dan kondisi fisiknya lebih baik," katanya.
Selain menyampaikan informasi kuota, Kemenhaj juga mulai menyosialisasikan kebijakan penggabungan mahram kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Melalui kebijakan tersebut, pasangan suami-istri, anak dan orang tua, maupun saudara kandung dapat diberangkatkan bersama dengan syarat telah terdaftar minimal lima tahun sebelum estimasi keberangkatan.
Namun hingga kini belum ada calon jemaah asal Kota Madiun yang mengajukan permohonan penggabungan mahram.
Datik menjelaskan, biaya setoran awal pendaftaran haji masih sebesar Rp 25 juta.
Dana tersebut nantinya dikelola sehingga memberikan nilai manfaat kepada calon jemaah selama masa tunggu keberangkatan.
Tahun ini, rata-rata nilai manfaat yang diterima calon jemaah mencapai sekitar Rp 2,7 juta per orang.
Menurut Datik, minat masyarakat Kota Madiun untuk mendaftar haji masih tergolong tinggi.
Bahkan, tren pendaftaran biasanya meningkat setelah musim haji berlangsung atau ketika jemaah yang baru pulang dari Tanah Suci berbagi pengalaman.
"Biasanya setelah melihat atau mendengar pengalaman keluarga yang baru pulang haji, minat masyarakat untuk mendaftar ikut meningkat," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto