Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun memperkuat upaya pencegahan rabies dengan menggelar vaksinasi massal terhadap hewan penular rabies (HPR), Selasa (23/6).
Kegiatan tersebut menyasar kucing liar, anjing peliharaan, hingga monyet yang tersebar di berbagai titik di Kota Pendekar.
Langkah preventif ini dilakukan untuk mempertahankan status Kota Madiun yang hingga kini masih tercatat bebas kasus rabies.
Sub Koordinator Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Margaretha Dian Wartiningdya mengatakan, vaksinasi dilaksanakan serentak di 13 lokasi dengan melibatkan empat tim petugas.
Titik vaksinasi meliputi kawasan Taman Bantaran, Ngrowo Bening, Stadion Wilis, Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko, Pasar Kojo, Pasar Njoyo, Lapak Banjarejo, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo.
“Tidak hanya kucing, tetapi juga monyet dan anjing karena termasuk hewan yang berpotensi menularkan rabies,” ujarnya.
Setiap hewan mendapatkan suntikan vaksin rabies dosis satu mililiter sebagai langkah perlindungan dari potensi penularan penyakit mematikan tersebut.
Dalam pelaksanaan vaksinasi di kawasan Bantaran Sungai Madiun, petugas berhasil memberikan vaksin kepada 16 ekor kucing, satu ekor monyet, dan satu ekor anjing milik warga.
Margaretha berharap program vaksinasi rutin tersebut mampu menjaga Kota Madiun tetap berada dalam status zero rabies.
“Kami berharap langkah preventif ini mampu menjaga Kota Madiun tetap bebas rabies,” katanya.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satunya Podo, pedagang UMKM di kawasan Bantaran Sungai Madiun yang membawa lima ekor kucing peliharaannya untuk mendapatkan vaksin gratis.
“Membantu supaya lebih sehat dan tidak ada penyakit. Baru kali ini kucing-kucing saya divaksin,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Philipus Prapto, warga Kelurahan Nambangan Lor.
Dia memanfaatkan layanan vaksinasi gratis untuk anjing peliharaannya yang bernama Ici.
“Ini vaksin pertama karena usia anjing saya baru tujuh bulan. Setelah ini akan rutin divaksin,” katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto