Jawa Pos Radar Madiun – Penataan kawasan Alun-Alun Kota Madiun terus dimatangkan.
Salah satu langkah yang disiapkan Pemkot Madiun adalah memindahkan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha yang berada di tengah Jalan H Agus Salim.
Tugu tersebut dinilai menghalangi pandangan ke Patung Kolonel Marhadi yang menjadi salah satu ikon Kota Madiun.
Pemindahan menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kawasan pusat kota sekaligus memperkuat daya tarik visual alun-alun.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan penataan kawasan dilakukan setelah dirinya bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
“Saya cek langsung kondisi alun-alun. Selain kebersihan, kami juga melihat rencana pembenahan saluran di sisi barat hingga utara alun-alun,” ujarnya, kemarin (23/6).
Menurut Bagus, pembenahan tidak hanya menyasar aspek estetika, tetapi juga infrastruktur pendukung.
Salah satu prioritas adalah perbaikan saluran drainase yang sempat mengalami kerusakan dan menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal.
Selain itu, penataan visual kawasan menjadi perhatian khusus.
Karena itu, Pemkot Madiun berencana memindahkan Tugu Parasamya agar pandangan ke Patung Kolonel Marhadi lebih terbuka dari arah Jalan H Agus Salim.
“Nanti tugu yang menutupi patung Kolonel Marhadi akan dipindah agar view patung bisa terlihat lebih jelas dari arah Jalan H Agus Salim,” katanya.
Untuk mendukung program penataan tersebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta.
Dana tersebut akan digunakan untuk membenahi sejumlah area di kawasan alun-alun, termasuk pemasangan paving pada titik-titik yang masih berupa tanah dan sering becek saat musim hujan.
Kabid Prasarana Utilitas Umum, Pertamanan, PJU dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto menjelaskan bahwa perawatan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
“Area yang belum tertata akan dirapikan tanpa menghilangkan fungsi resapan air,” ujarnya.
Menurut Andi, penggunaan paving dipilih karena tetap mendukung fungsi lingkungan.
Air hujan masih dapat meresap ke dalam tanah sekaligus membuat kawasan terlihat lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung.
Saat ini proyek masih dalam tahap penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan desain teknis.
Setelah seluruh dokumen rampung, pekerjaan fisik ditargetkan segera dimulai.
“Nanti pelaksanaan fisiknya Insya Allah triwulan kedua,” jelasnya.
Pemkot juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik dengan tidak melakukan vandalisme serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Kesadaran masyarakat sangat penting karena tenaga pemeliharaan terbatas,” pungkas Andi. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto