Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hadapi El Nino, Kota Madiun Siagakan 1.071 Sarana Irigasi dan Pompanisasi

Erlita H • Kamis, 25 Juni 2026 | 13:40 WIB
Petugas DKPP Kota Madiun memantau sarana pendukung pertanian. BAGAS BIMANTARA/RADAR MAGETAN
Petugas DKPP Kota Madiun memantau sarana pendukung pertanian. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino.

Salah satunya dengan menyiagakan 1.071 sarana irigasi dan pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir mengatakan musim kemarau menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian karena berpotensi menurunkan produktivitas hingga memicu gagal panen.

“Kami memastikan kondisi tetap aman karena musim kemarau memiliki tingkat risiko yang tinggi,” ujarnya, Kamis (25/6).

Selain mengoptimalkan jaringan irigasi dan pompanisasi, DKPP juga memastikan kelompok tani telah memiliki barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasional pompa air di lapangan.

Petani juga diarahkan menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering dan membutuhkan air lebih sedikit.

Salah satu varietas yang direkomendasikan adalah Inpari 32.

Menurut Jemakir, ancaman lain yang perlu diwaspadai selama musim kemarau adalah meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama.

Karena itu, DKPP menyiapkan berbagai sarana pengendalian hama serta melakukan pendampingan intensif melalui penyuluh pertanian lapangan.

“Pendampingan dilakukan mulai pemilihan benih, pengolahan tanah, hingga penggunaan pupuk yang tepat agar produktivitas tetap terjaga,” katanya.

Untuk menjaga kesuburan lahan, pemerintah juga menyalurkan pupuk hayati yang berfungsi memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.

Langkah tersebut dinilai penting karena kemampuan lahan menahan cadangan air menjadi faktor utama saat curah hujan berkurang.

Saat ini luas lahan pertanian di Kota Madiun tercatat sekitar 870 hektare.

Namun, luasannya terus berkurang akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan kawasan perkotaan.

Karena keterbatasan lahan tersebut, peningkatan produktivitas menjadi strategi utama yang ditempuh pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

“Perluasan lahan sudah sangat terbatas. Fokus kami sekarang adalah meningkatkan produktivitas lahan yang masih ada,” tegas Jemakir. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #pertanian #dkpp kota madiun #el nino #irigasi