Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

RRI Madiun Gelar Festival Budaya 2026, Satukan Seniman dan UMKM

Erlita H • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:27 WIB
Direktur SDM dan Umum LPP RRI Dedi Suparman bersama Kepala RRI Madiun Kukuh Setyo Budi Akhrianto membuka Gelar Budaya 2026 yang menghadirkan seni tradisional, komunitas budaya, dan pelaku UMKM di halaman RRI Madiun. FOTO: ISTIMEWA
Direktur SDM dan Umum LPP RRI Dedi Suparman bersama Kepala RRI Madiun Kukuh Setyo Budi Akhrianto membuka Gelar Budaya 2026 yang menghadirkan seni tradisional, komunitas budaya, dan pelaku UMKM di halaman RRI Madiun. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – RRI Madiun menegaskan komitmennya menjaga warisan budaya melalui Gelar Budaya 2026.

Selama tiga hari, Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6), berbagai kesenian tradisional, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga seniman dipertemukan dalam satu panggung untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Kegiatan yang berlangsung di halaman RRI Madiun tersebut dibuka Direktur SDM dan Umum LPP RRI, Dedi Suparman.

Pembukaan turut dihadiri budayawan, komunitas seni, pelaku UMKM, serta masyarakat dari berbagai daerah di Madiun Raya.

Kepala RRI Madiun Kukuh Setyo Budi Akhrianto mengatakan, Gelar Budaya lahir dari semangat mengangkat kembali kekayaan tradisi lokal agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi muda.

"Kekuatan daerah tidak bisa dilepaskan dari tradisi dan budaya lokal. Karena itu harus terus kita gali, kita angkat, dan kita berdayakan melalui gelar budaya ini," ujarnya.

Menurut Kukuh, RRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menampilkan seni, budaya, dan potensi ekonomi kreatif.

Direktur SDM dan Umum LPP RRI Dedi Suparman mengapresiasi inisiatif RRI Madiun yang menghadirkan festival budaya sebagai bagian dari penguatan literasi budaya sekaligus memperkokoh fungsi RRI sebagai media pemersatu bangsa.

"Budaya adalah bagian dari peradaban. Tugas kita bukan hanya mencatat sejarahnya, tetapi juga melestarikan, meregenerasi, dan mengembangkannya agar tetap hidup," katanya.

Dedi menilai keterlibatan pelaku UMKM bersama para seniman menjadi nilai tambah dalam penyelenggaraan Gelar Budaya.

Menurutnya, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif masyarakat.

Karena itu, RRI diharapkan mampu membangun ekosistem yang bukan hanya menjadi ruang pertunjukan budaya, tetapi juga membuka akses promosi dan pasar bagi pelaku UMKM.

"RRI harus memberi dampak nyata bagi masyarakat, termasuk mendorong UMKM agar terus berkembang," tegasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Gelar Budaya 2026 #umkm #festival budaya #RRI Madiun #madiun