Jawa Pos Radar Madiun – Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus mengubah berbagai aspek kehidupan.
Namun, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu menguasai AI sebagai alat untuk melahirkan inovasi.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Exmud Party 2026 yang digelar Jawa Pos Radar Madiun di Sun City Mall Madiun, Jumat (26/6).
"AI itu hanyalah tools. Bagaimana kita menguasai tools tersebut. Jangan sampai justru kita yang dikuasai AI," ujarnya.
Menurut Bagus, tema AI yang diangkat dalam Exmud Party menjadi momentum penting bagi pelajar untuk memahami perubahan teknologi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Dia menegaskan, secanggih apa pun perkembangan teknologi, kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama yang tidak dapat digantikan mesin.
"Yang tidak bisa digantikan AI adalah kreativitas. Justru ide manusialah yang harus mengendalikan AI," katanya.
Bagus menilai kreativitas merupakan modal terbesar Kota Madiun.
Di tengah keterbatasan sumber daya alam, pembangunan daerah diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui ekonomi kreatif.
"Kami tidak punya SDA, tetapi kami punya SDM. Karena itu yang kami kelola adalah kreativitas masyarakat agar terus melahirkan ide dan inovasi baru," tegasnya.
Berbagai potensi daerah seperti pencak silat, kuliner nasi pecel, hingga industri PT INKA terus didorong menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Pemkot juga memperbanyak penyelenggaraan event agar pelajar, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif memiliki ruang untuk menunjukkan karya terbaiknya.
Di hadapan para peserta, Bagus mengajak generasi muda berani mengambil peluang di era digital tanpa meninggalkan nilai kejujuran dan komitmen.
"Tidak ada yang tidak mungkin. Yang penting jujur, berani, dan berkomitmen. Ojo wedi, kudu wani," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai Exmud Party 2026 menjadi wadah positif untuk membangun daya saing generasi muda melalui kompetisi yang sehat.
Menurutnya, prestasi hanya bisa diraih melalui keberanian untuk berkompetisi dan terus mengembangkan kemampuan diri.
"Tidak ada prestasi tanpa kompetisi. Exmud Party menjadi wadah yang baik untuk memacu anak-anak berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujarnya.
Hari Wur juga mengingatkan agar AI dimanfaatkan secara bijaksana sebagai sarana meningkatkan kualitas diri, bukan sebaliknya.
"Kami berharap AI menjadi alat yang membantu manusia, bukan manusia yang diperalat AI," katanya.
Dia mengapresiasi Jawa Pos Radar Madiun yang menghadirkan Exmud Party sebagai ruang kolaborasi antara kreativitas, kompetisi, dan perkembangan teknologi.
"Kemajuan dunia digital harus dimanfaatkan sebagai sarana meraih prestasi, bukan membuat generasi muda terlena," tandas Hari Wur. (err/odi/her)
Editor : Hengky Ristanto