Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pertamina Tambah Armada dan Pasokan BBM, Distribusi di Jatim Dikebut 24 Jam

Hengky Ristanto • Minggu, 28 Juni 2026 | 12:12 WIB
DISTRIBUSI DIPERCEPAT: Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan operasional terminal BBM selama 24 jam, menambah armada mobil tangki, dan menerapkan alih suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU seluruh Jawa Timur.
DISTRIBUSI DIPERCEPAT: Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan operasional terminal BBM selama 24 jam, menambah armada mobil tangki, dan menerapkan alih suplai untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU seluruh Jawa Timur.

Jawa Pos Radar Madiun – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul meningkatnya kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah.

Penambahan armada mobil tangki, operasional terminal BBM selama 24 jam, hingga skema alih suplai diterapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan di SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan agar pasokan BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap aman dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, sepanjang sepekan terakhir volume penyaluran BBM sengaja ditingkatkan di atas rata-rata konsumsi normal harian.

Hingga kini, realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai 96,6 persen dari kuota tahun berjalan, sedangkan Biosolar mencapai 103,3 persen.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan operasional seluruh Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT) di Jawa Timur selama 24 jam penuh.

Distribusi juga diperkuat melalui skema alih suplai dari Integrated Terminal Tanjungwangi, Fuel Terminal Malang, Fuel Terminal Madiun, Fuel Terminal Tuban, hingga Fuel Terminal Boyolali di Jawa Tengah.

Selain itu, kapasitas angkut armada mobil tangki ditambah sebesar 608 kiloliter sehingga total kemampuan distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari.

Pengiriman BBM juga dilakukan lebih awal agar stok telah tersedia di SPBU sebelum aktivitas masyarakat dimulai.

Di tingkat SPBU, Pertamina bersama pengelola melakukan pengaturan jalur masuk kendaraan guna mengurangi antrean sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.

Seluruh proses distribusi dipantau secara real time melalui sistem monitoring operasional sehingga penyesuaian pasokan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi lonjakan permintaan di suatu wilayah.

"Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran kami tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal, operasional Fuel Terminal dan Integrated Terminal berlangsung selama 24 jam, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal," ujar Ahad. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Fuel Terminal #pertamina patra niaga #biosolar #jawa timur #Pertalite