Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ruwatan Massal RRI Madiun Diserbu 42 Peserta, Tradisi Tolak Bala Tetap Diminati

Erlita H • Senin, 29 Juni 2026 | 06:08 WIB
LESTARIKAN TRADISI: Puluhan peserta mengikuti prosesi ruwatan massal yang digelar RRI Madiun dalam rangkaian Gelar Budaya sebagai upaya melestarikan tradisi Jawa sekaligus memohon keselamatan dan tolak bala.
LESTARIKAN TRADISI: Puluhan peserta mengikuti prosesi ruwatan massal yang digelar RRI Madiun dalam rangkaian Gelar Budaya sebagai upaya melestarikan tradisi Jawa sekaligus memohon keselamatan dan tolak bala.

Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi ruwatan masih mendapat tempat di hati masyarakat.

Sebanyak 42 peserta dari berbagai daerah mengikuti ruwatan massal yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Madiun dalam rangkaian Gelar Budaya, Minggu (28/6).

Selain warga Madiun, peserta juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur hingga Bandung.

Prosesi berlangsung khidmat di halaman RRI Madiun.

Sebanyak 57 jenis sesaji disiapkan, mulai hasil bumi, perlengkapan dapur, hingga air dari tujuh sumber mata air.

Rangkaian acara diawali kirab sukerta, dilanjutkan sungkeman kepada orang tua, pager-pager, pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala, tigas rikma, siraman air tujuh sumber, murak sesaji, hingga kupat luwar.

Kepala RRI Madiun Kukuh Setyo Budi Akhrianto mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan tradisi ruwatan masih dipercaya masyarakat sebagai ikhtiar memohon keselamatan sekaligus melestarikan budaya leluhur.

"Ruwatan ini masih mendapat perhatian masyarakat. Banyak yang membutuhkan, sehingga kami memfasilitasi melalui ruwatan massal. Selain biayanya lebih terjangkau, tujuannya agar energi negatif hilang dan kehidupan ke depan dipenuhi energi positif," ujarnya.

Menurut Kukuh, penyelenggaraan ruwatan massal merupakan bagian dari komitmen RRI dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalang ruwatan Ki Subandi Marsudi Carito menjelaskan, ruwatan bukan sekadar ritual adat, melainkan memiliki makna spiritual sebagai ikhtiar membuang sengkala atau mara bahaya yang diyakini melekat pada seseorang.

"Makna ruwatan adalah membersihkan hal-hal buruk yang melekat pada diri sukerta. Setelah itu, diharapkan perjalanan hidup menjadi lebih terang dan terhindar dari gangguan," katanya.

Dia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan masing-masing.

Sebab, doa yang tulus menjadi bagian penting dalam prosesi ruwatan sebagai harapan memperoleh keselamatan lahir dan batin. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Ruwatan massal #gelar budaya #budaya jawa #RRI Madiun #Tradisi Jawa