Jawa Pos Radar Madiun - Semangat para pecinta otomotif memadati kawasan parkir Suncity Madiun dalam gelaran 3rd Anniversary Cars Culture Fest yang diselenggarakan oleh Madiun Diesel Society (MDS).
Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah tidak hanya menunjukkan berkembangnya komunitas otomotif,
tetapi juga mempertegas posisi Kota Madiun sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan event komunitas berskala regional.
Ratusan Pecinta Otomotif Ramaikan Cars Culture Fest
Pemerintah Kota Madiun terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan komunitas yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Cars Culture Fest yang digelar di area parkir Suncity Madiun pada Sabtu (27/6).
Ajang tersebut mempertemukan para penghobi otomotif dari berbagai kota di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.
Baca Juga: Tugas Anak Belajar, Bukan Turun ke Jalan: Imbauan Kemen PPPA yang Kembali Jadi Sorotan
Beragam kendaraan diesel maupun bensin dengan konsep modifikasi yang berbeda tampil memeriahkan acara.
Tingginya minat peserta bahkan membuat panitia harus membatasi jumlah kendaraan yang dapat mengikuti kontes karena keterbatasan kapasitas lokasi.
Pemkot Madiun Apresiasi Antusiasme Peserta
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengapresiasi konsistensi Madiun Diesel Society
dalam menghadirkan kegiatan yang mampu mempererat hubungan antarkomunitas otomotif.
Menurutnya, besarnya animo peserta dari luar daerah menjadi indikator bahwa Kota Madiun semakin dikenal sebagai lokasi yang layak menjadi tuan rumah berbagai event regional.
Ia berharap penyelenggaraan Cars Culture Fest pada masa mendatang dapat dilaksanakan di kawasan Jalan Pahlawan agar ruang yang tersedia lebih luas dan masyarakat dapat menikmati kegiatan tersebut dengan lebih leluasa.
Event Komunitas Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Daerah
Selain menjadi ajang menampilkan kreativitas modifikasi kendaraan, Cars Culture Fest juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi Kota Madiun.
Kedatangan peserta dari berbagai daerah ikut meningkatkan aktivitas sektor jasa, mulai dari hotel, rumah makan, hingga pelaku usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.
Baca Juga: Jam Tangan One Piece Ini Bukan Sekadar Merchandise, Ada Detail yang Bikin Kolektor Tertarik
Efek berganda inilah yang diharapkan terus tumbuh melalui penyelenggaraan berbagai event komunitas di Kota Pendekar.
Peserta Datang dari Berbagai Kota
Ketua Panitia Cars Culture Fest, Ariel, mengungkapkan bahwa jumlah peserta terus mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Ia menyebut banyak komunitas otomotif tertarik mengikuti acara karena ingin melihat perkembangan Kota Madiun yang dinilai semakin maju.
Bahkan peserta terjauh datang dari Banyuwangi dan memilih menginap di sejumlah hotel di Kota Madiun selama mengikuti kegiatan.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Sekitar 30 Kategori Modifikasi Diperlombakan
Penyelenggaraan Cars Culture Fest tahun ini menghadirkan sekitar 30 kategori lomba modifikasi yang disusun sesuai regulasi kontes otomotif.
Dengan banyaknya kategori yang dipertandingkan, berbagai aliran modifikasi memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan menunjukkan kreativitas masing-masing.
Keberagaman konsep kendaraan menjadi salah satu daya tarik utama yang berhasil mengundang perhatian para pengunjung.
Baca Juga: Tradisi Unik St. Patrick’s Day, Sungai Chicago Mendadak Hijau Cerah
Komunitas Otomotif Diharapkan Terus Berkembang
Melalui penyelenggaraan Cars Culture Fest, Madiun Diesel Society berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah
bagi komunitas otomotif untuk berkarya, memperluas jejaring, sekaligus mendorong berkembangnya industri kreatif berbasis hobi.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Madiun juga berharap semakin banyak event serupa yang mampu menarik wisatawan, meningkatkan perputaran ekonomi daerah,
serta memperkuat citra Kota Madiun sebagai kota yang terbuka terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif dan komunitas. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Magang Radar Madiun