Jawa Pos Radar Madiun – RSUD Kota Madiun terus memperkuat layanan kesehatan dengan menghadirkan tiga layanan skrining baru.
Meliputi deteksi dini kanker kolorektal (rektum), skrining kesehatan mental, serta pemeriksaan status gizi keluarga.
Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit milik Pemerintah Kota Madiun dalam memperluas layanan preventif sekaligus meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit yang masih kerap terlambat diketahui masyarakat.
Direktur RSUD Kota Madiun dr. Muhamad Nur, Sp.OG mengatakan, ketiga layanan tersebut dipilih karena tingkat pemanfaatannya masih rendah, padahal memiliki peran penting dalam mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat.
"Kanker kolorektal merupakan salah satu kanker terbanyak di Indonesia. Namun, masyarakat belum banyak mengetahui bahwa penyakit ini bisa dideteksi lebih awal melalui skrining," ujarnya, kemarin (30/6).
Selain layanan kanker kolorektal, RSUD Kota Madiun juga membuka skrining kesehatan mental.
Layanan ini diharapkan mampu mengubah anggapan bahwa pemeriksaan kejiwaan hanya diperuntukkan bagi penderita gangguan jiwa berat.
"Gangguan kesehatan mental bisa diawali dari keluhan sederhana seperti sulit tidur, sulit beradaptasi, atau tekanan psikologis. Dengan skrining, kondisi tersebut dapat diketahui lebih dini sehingga penanganannya tidak terlambat," katanya.
RSUD juga memperkenalkan layanan skrining status gizi keluarga guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.
Pada peluncuran program tersebut, rumah sakit menyediakan kuota 108 peserta untuk skrining kanker kolorektal, 20 peserta skrining kesehatan mental, dan enam keluarga untuk pemeriksaan status gizi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan pengembangan RSUD diarahkan pada layanan yang memiliki keunggulan sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Madiun maupun daerah sekitarnya.
"RSUD harus memiliki layanan yang berbeda dan benar-benar dibutuhkan masyarakat. Karena itu pengembangan layanan akan terus dilakukan," tegasnya.
Bagus menilai layanan bedah kolorektal dan kesehatan mental akan menjadi kebutuhan yang terus meningkat.
Karena itu, pemerintah daerah juga akan menyesuaikan pemenuhan tenaga kesehatan secara bertahap, termasuk memperkuat layanan psikologi di puskesmas.
"Kalau kebutuhannya terus bertambah, tentu akan kami sesuaikan. Di puskesmas juga sudah tersedia psikolog untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto