Jawa Pos Radar Madiun - Komitmen SMAN 2 Madiun menjalankan transformasi digital kembali berbuah manis.
Setelah meraih predikat Digital School dalam ajang SMAN Awards Jawa Timur 2025,
lembaga pendidikan itu meraih penghargaan Digital Transformation pada Radar Madiun Education Awards 2026.
Capaian ini membuktikan bahwa digitalisasi di Smada, sebutan SMAN 2 Madiun, telah mengakar menjadi budaya.
Baca Juga: Dongkrak Nilai Numerasi, SMPN 6 Madiun Luncurkan Empat Inovasi Digital Berbasis Budaya
"Sekolah digital bukan sekadar pemanfaatan perangkat teknologi,
melainkan perubahan cara berpikir dalam mengelola pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan," kata Kepala SMAN 2 Madiun Anim Hadisusanto.
Anim mengatakan, konsep digital diterapkan secara menyeluruh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian.
Seluruh proses belajar terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan guru mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Keberhasilan ekosistem ini berkat peran aktif para guru sebagai motor penggerak. Mereka rutin mengembangkan e-modul, video pembelajaran, dan media interaktif.
"Guru dituntut menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa untuk belajar, berkreasi, dan menggali pengetahuan dari berbagai sumber digital," ujarnya.
Menurut Anim, siswa tidak sekadar menjadi penerima informasi, melainkan tumbuh menjadi kreator karya melalui berbagai platform digital.
Dengan fondasi infrastruktur dan literasi yang kuat, SMAN 2 Madiun optimistis terus menjadi pelopor sekolah digital di Jatim.
‘’Ini adalah budaya baru yang akan melahirkan generasi cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global,’’ pungkasnya. (chi/cor/*)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun