Jawa Pos Radar Madiun – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Kota Madiun selama Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) mencapai 0,37 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur yang sebesar 0,30 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis mengatakan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang terjadi pada 1 Juni dan 10 Juni 2026 memberikan kontribusi paling besar terhadap inflasi bulan lalu.
Menurutnya, komoditas bensin menyumbang inflasi sebesar 0,17 persen dengan kenaikan harga mencapai 3,73 persen.
"Faktor utama penyebab inflasi pada Juni adalah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kenaikan harga pada 1 Juni dan kembali pada 10 Juni memberikan andil inflasi sebesar 0,17 persen sehingga menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan ini," ujarnya, Kamis (2/7).
Selain kenaikan harga BBM, inflasi juga dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, seperti bawang merah, beras, wortel, dan bawang putih.
Khusus bawang merah, kenaikan harga dipicu turunnya produksi di sejumlah daerah sentra akibat cuaca ekstrem serta serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Tak hanya itu, beberapa komoditas dan jasa lain juga turut memberikan andil terhadap inflasi, di antaranya telepon seluler, pelumas (oli mesin), susu bubuk, gado-gado, hingga tarif kereta api.
Azis menjelaskan, kenaikan harga telepon seluler dipengaruhi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada meningkatnya biaya komponen elektronik impor.
Meski demikian, ia menilai kondisi inflasi di Kota Madiun masih berada dalam kategori terkendali.
Hingga Juni 2026, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,72 persen, sehingga masih berada dalam jalur target inflasi nasional.
"Kalau melihat trennya, inflasi masih cukup aman. Yang perlu dijaga adalah agar sampai akhir tahun tetap berada dalam kisaran target inflasi nasional, yakni 2,5 persen plus minus satu persen," katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto