Jawa Pos Radar Madiun – Hamparan sawah di Kelurahan Ngegong kini memiliki fungsi baru.
Tak hanya menjadi lahan produksi pangan, kawasan tersebut disulap menjadi ruang belajar terbuka melalui program Rumah Petani Cilik, wisata edukasi yang mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini.
Program yang dikembangkan kelompok Kawasan Wisata (Kawista) Redjo Kuning Ngegong itu diresmikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Kamis (2/7).
Selain menjadi sarana edukasi, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata dan pelaku UMKM di kawasan setempat.
Bagus mengatakan, pengenalan dunia pertanian sejak dini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus implementasi pilar SDM Mendunia yang menjadi arah pembangunan Kota Madiun.
"Program ini mengajarkan anak-anak mengenal pertanian sejak dini. Edukasi seperti ini sangat penting sebagai bekal generasi mendatang," ujarnya.
Pemkot Madiun, lanjut Bagus, terus mendorong setiap kelurahan mengembangkan potensi lokal melalui program Kawasan Wisata (Kawista).
Saat ini seluruh 27 kelurahan telah memiliki Kawista, meski yang aktif baru sekitar 10 kawasan.
"Target kami hingga akhir tahun seluruh Kawista sudah berjalan sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan merata di setiap kelurahan," katanya.
Ketua Kawista Redjo Kuning Ngegong Eko Suprianto menjelaskan, Rumah Petani Cilik lahir dari gagasan mengembangkan wisata edukasi berbasis potensi pertanian yang dimiliki Kelurahan Ngegong.
Dalam satu paket kegiatan, peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas khas pertanian, mulai melukis caping, belajar pembenihan padi, mengenal alat-alat pertanian, menanam padi, hingga menangkap ikan di area persawahan.
"Tujuan kami sederhana, mengenalkan kepada anak-anak bagaimana proses makanan yang mereka konsumsi berasal. Mereka belajar sambil bermain sehingga lebih mudah memahami dunia pertanian," jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto