Jawa Pos Radar Madiun – Antusiasme masyarakat terhadap program kastrasi kucing gratis di Kota Madiun membludak.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun mencatat hampir 300 pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 50 ekor kucing jantan domestik.
Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun dan Hari Hewan Sedunia 2026.
Selain mengendalikan populasi kucing secara humanis, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan hewan serta menekan risiko kucing terlantar dan penyebaran penyakit.
Medik Veteriner Ahli Pertama DKPP Kota Madiun Lailatun Nafisah mengatakan, setiap kucing yang mengikuti program wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum tindakan operasi dilakukan.
''Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kucing sehat, maka operasi dapat langsung dilakukan. Namun, apabila suhu tubuh tinggi atau kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, tindakan akan dijadwalkan ulang,'' ujarnya, Kamis (2/7).
Laila menjelaskan, sebelum menjalani operasi, kucing harus berpuasa selama 8–12 jam untuk makanan dan 2–4 jam untuk minuman.
Setelah itu, dokter hewan akan memeriksa suhu tubuh serta berat badan sebagai dasar penentuan dosis anestesi.
Menurut dia, proses kastrasi pada kucing jantan relatif singkat.
Setelah operasi selesai, hewan akan mendapatkan antibiotik, vitamin, dan obat pereda nyeri sebelum diperbolehkan pulang. Luka operasi umumnya mengering dalam waktu dua hingga tiga hari.
Berbeda dengan kastrasi pada kucing jantan, sterilisasi kucing betina membutuhkan tindakan pembedahan yang lebih kompleks karena melibatkan pengangkatan ovarium dan rahim. Masa pemulihannya pun mencapai sekitar satu pekan.
Karena kuota terbatas, DKPP menerapkan seleksi dengan memprioritaskan kucing domestik murni.
Penanganan terhadap 50 ekor kucing tersebut melibatkan sekitar 10 dokter hewan yang bertugas di enam klinik hewan di Kota Madiun.
''Walaupun secara umum terlihat seperti kucing domestik, jika memiliki ciri-ciri campuran seperti bulu yang panjang, maka tidak masuk prioritas. Program ini memang khusus untuk kucing domestik,'' jelasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto