Jawa Pos Radar Madiun - Akselerasi penguatan sektor ekonomi kerakyatan melalui skema kolaborasi dunia akademik dan korporasi finansial terus digeber secara masif di wilayah Kota Pendekar.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Madiun (FEB UNIPMA) sukses menggelar perhelatan akbar bertajuk EXPO UMKM Aksi Semarak Daya pada hari Jumat (3/7).
Agenda yang berpusat di Gedung Graha Cendekia UNIPMA tersebut dimeriahkan oleh belasan stan atau booth produk kreatif para pelaku usaha mikro potensial.
Rektor UNIPMA, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menegaskan bahwa agenda kolaboratif ini memberikan stimulus dan dampak yang sangat positif, baik bagi mahasiswa maupun bagi para pelaku UMKM lokal.
"Mahasiswa dapat belajar secara langsung di dunia kerja dengan menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kampus untuk membantu pengembangan usaha UMKM, mulai dari desain kemasan, strategi pemasaran, hingga berbagai aspek lainnya," ujar Supri Wahyudi saat meninjau langsung lokasi pameran.
Baca Juga: Daftar 13 Tim Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026: Portugal Tantang Spanyol
Aktualisasi Program Kampus Berdampak dan Tri Dharma
Supri memaparkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konkret keterlibatan perguruan tinggi dalam menyukseskan program siber kementerian pusat.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui tagline Kampus Berdampak, kampus diharapkan mampu hadir menjadi penyedia solusi atas berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Melalui pendekatan ini, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi benar-benar dapat memberikan manfaat yang nyata dan hidup, bukan hanya sebatas menghasilkan teori di lingkungan akademik semata.
Pihak rektorat menyampaikan apresiasi tinggi kepada BTPN Syariah yang telah menginisiasi kolaborasi ini dan berharap kerja sama strategis ini bisa berlanjut ke draf program joint research serta pengabdian masyarakat.
UNIPMA sendiri saat ini terus merombak sistem pendidikan konvensional dengan menerapkan pendekatan inovatif seperti Project Based Learning serta model pembelajaran berbasis praktik langsung di lapangan.
Baca Juga: Hampir 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan dalam Lima Tahun, Ini Faktor yang Paling Dominan
Siasat Pemberdayaan Terukur untuk Perempuan Pelaku Usaha Mikro
Visi besar ekspansi keberlanjutan program ini juga diamini oleh Daya Activation & Partnership Head BTPN Syariah, Vini Daru Perdana, yang menargetkan perluasan wilayah pendampingan.
Pihaknya menaruh harapan besar agar program ini dapat menjadi inspirasi sekaligus memicu kampus-kampus lain, baik di wilayah Madiun, Jawa Timur, maupun daerah lainnya di Indonesia, untuk turut berpartisipasi.
"Melalui kolaborasi dengan kampus-kampus lain, kami berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas, khususnya dalam mendukung dan memberdayakan perempuan pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia," ungkap Vini optimis.
Senada dengan hal itu, Kepala Pembiayaan BTPN Syariah area Madiun, Alfatelsa Purwandani, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran draf pelaksanaan expo yang dinilai mampu membuka gerbang akses pasar baru.
Selama satu semester penuh, para mahasiswa UNIPMA diterjunkan langsung untuk mendampingi nasabah dalam hal pengembangan konsep bisnis, peningkatan omzet pendapatan, hingga teknik penambahan jumlah pelanggan secara terukur.
Draf produk yang dipamerkan dalam expo kali ini mayoritas didominasi oleh klaster industri makanan dan minuman (F&B), serta beberapa produk komoditas unggulan daerah seperti minyak cengkeh hasil sulingan nasabah dari wilayah Gemarang. (*)
Editor : Mizan Ahsani