Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Kota Madiun meminta persoalan terbatasnya daya tampung sekolah menengah atas negeri (SMAN) tidak terus berulang setiap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Salah satu solusi yang diusulkan ialah penambahan rombongan belajar (rombel) hingga pembangunan SMAN baru.
Ketua DPRD Kota Madiun Armaya mengatakan, persoalan tersebut mengemuka setelah pihaknya berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun dan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun.
Berdasarkan data yang diterima, kuota lima SMAN di Kota Madiun memang belum mampu menampung seluruh lulusan SMP dan MTs sederajat.
''Kalau bicara SMA negeri memang tidak cukup menampung. Tetapi kalau digabung dengan SMK negeri sebenarnya masih ada peluang,'' ujarnya, Jumat (3/7).
Tahun ini, jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Kota Madiun mencapai 3.825 siswa.
Sementara daya tampung lima SMAN hanya 1.649 kursi.
Adapun kuota seluruh SMKN mencapai sekitar 2.461 kursi, sehingga secara total kapasitas sekolah negeri dinilai masih mencukupi.
Meski demikian, Armaya menilai persoalan tersebut tetap membutuhkan solusi jangka panjang.
Sebab, sebagian besar lulusan masih menjadikan SMAN sebagai pilihan utama.
Menurut dia, penyelesaian persoalan tidak bisa dibebankan kepada satu institusi.
Diperlukan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Madiun agar akses pendidikan bagi lulusan daerah setempat semakin terbuka.
''Kita tidak boleh saling menyalahkan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kebijakan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,'' katanya.
Politikus Partai Perindo itu menilai Kota Madiun yang memiliki wilayah relatif kecil semestinya mampu memenuhi kebutuhan pendidikan warganya.
Terlebih, persoalan keterbatasan kuota SMAN selalu muncul setiap pelaksanaan SPMB.
Karena itu, DPRD mengusulkan dua alternatif solusi kepada Pemprov Jatim.
Pertama, menambah rombongan belajar di SMAN yang sudah ada.
Kedua, membangun SMAN baru untuk meningkatkan kapasitas penerimaan siswa.
''Ada dua opsi. Menambah rombel atau mengusulkan SMA negeri baru. Itu yang perlu dipikirkan bersama supaya daya tampung bertambah,'' tegasnya.
Armaya menambahkan, kebutuhan penambahan kuota juga dipengaruhi berkurangnya kapasitas SMAN setelah sebagian daya tampung dialihkan ke SMA Taruna Angkasa Jawa Timur.
Kondisi tersebut dinilai membuat peluang lulusan SMP Kota Madiun masuk SMAN semakin terbatas.
''Harapan saya sederhana, semua anak Kota Madiun bisa bersekolah di sekolah negeri di kotanya sendiri. Jangan sampai sudah tinggal di Kota Madiun, tetapi tidak bisa sekolah di Kota Madiun,'' pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto