Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi bersih desa di Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, dikemas meriah melalui kirab budaya yang melibatkan 11 rukun warga (RW), kemarin (5/7).
Beragam kesenian Nusantara ditampilkan, mulai dari reog, barongsai, dongkrek, hingga parade busana adat sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas kampung.
Kirab diawali dengan gunungan jaler dan estri, kemudian dilanjutkan atraksi pencak silat, tari Roro Jonggrang, tari Dayak, pertunjukan Sandikala Bali, serta penampilan pelaku UMKM di sepanjang rute arak-arakan.
Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi ketika seorang wisatawan asal Italia ikut membaur dan menari bersama warga.
Kehadirannya mendapat sambutan antusias ribuan penonton dan menambah semarak kirab budaya tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi kreativitas warga dalam menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya.
Menurutnya, setiap RW mampu menghadirkan konsep dan cerita yang berbeda dalam penampilannya.
"Semua peserta memiliki konsep dan cerita masing-masing," ujarnya.
Bagus menilai Kirab Budaya Winongo menjadi gambaran kesiapan masyarakat menyongsong program Gema Kelurahan Berdaya 2027.
Melalui program tersebut, Pemkot Madiun akan memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap kelurahan untuk mengembangkan potensi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat dengan dukungan anggaran pemerintah.
Menurutnya, penguatan ekosistem budaya tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
"Kalau ekosistem pendukungnya kuat, pelaku ekonomi ikut bergerak dan perputaran ekonomi di Kota Madiun akan terus meningkat," katanya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto