Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Salurkan BLT kepada 3.074 KPM, Total Anggaran Capai Rp 1,84 Miliar

Erlita H • Selasa, 7 Juli 2026 | 04:00 WIB
BANSOS: Warga mengantre untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahap II di Aula Kelurahan Patihan, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
BANSOS: Warga mengantre untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) tahap II di Aula Kelurahan Patihan, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Ribuan warga Kota Madiun mulai menerima bantuan sosial tahap II yang dicairkan sekaligus untuk tiga bulan.

Pemkot Madiun menggelontorkan anggaran lebih dari Rp1,84 miliar melalui program Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT).

Sebanyak 3.074 keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh rapelan bantuan sebesar Rp600 ribu untuk alokasi April hingga Juni.

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di tiga kecamatan di Kota Madiun.

BLTD tahap II disalurkan pada 6–7 Juli kepada 2.104 KPM, sedangkan BLT DBHCHT tahap II dijadwalkan disalurkan pada 8 Juli kepada 970 KPM.

Secara keseluruhan, Pemkot Madiun mengalokasikan dana sebesar Rp1,844 miliar untuk penyaluran bantuan tahap kedua tersebut.

Salah seorang penerima bantuan, Slamet Riyadi, warga Kelurahan Nambangan Kidul, mengaku bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pria berusia 56 tahun itu merupakan penyandang disabilitas akibat cerebral palsy sejak kecil.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pekerjaan serabutan yang dilakukan dari rumah.

"Sangat membantu. Ibarat setetes air yang memberikan kesejukan luar biasa bagi kami," ujarnya usai menerima bantuan di Aula Kelurahan Patihan, kemarin (6/7).

Slamet mengatakan dirinya baru beberapa waktu terakhir terdata sebagai penerima bantuan pemerintah.

Kondisi keluarganya juga tidak mudah karena sang istri merupakan penyandang polio dan mereka masih memiliki seorang anak yang menjadi tanggungan.

Lurah Patihan Anjasmoro berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di Kota Madiun.

Namun, ia mengingatkan agar bantuan sosial tidak membuat masyarakat bergantung, melainkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

"Kami berharap masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan, tetapi tetap berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonominya," katanya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#BLT DBHCHT #kota madiun #bantuan sosial #BLTD #BLT Kota Madiun