Jawa Pos Radar Madiun - Direksi baru Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun langsung dihadapkan pada tantangan besar.
Sebanyak 9.000 sambungan pelanggan nonaktif menjadi target yang harus diaktifkan kembali sebagai langkah memperluas cakupan layanan air bersih sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
Program reaktivasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat kinerja perusahaan daerah dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari, Suyoto, mengatakan ribuan sambungan nonaktif merupakan peluang yang harus segera dimanfaatkan.
Momentum Hari Jadi ke-108 Kota Madiun juga dimanfaatkan dengan memberikan keringanan biaya penyambungan kembali maupun pemasangan sambungan baru.
"Kalau pelanggan nonaktif ini bisa dihidupkan lagi, tentu jumlah pelanggan akan bertambah dan pendapatan ikut meningkat," ujarnya, Selasa (7/7).
Dalam lima tahun terakhir, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Taman Sari menunjukkan tren positif.
Pada 2021 terdapat 41.404 sambungan pelanggan. Kemudian pada 2025 meningkat hingga 43.631 sambungan pelanggan.
Peningkatan tersebut turut mendorong cakupan pelayanan teknis dari 70,15 persen pada 2021 menjadi 76,49 persen pada 2025.
Pertumbuhan pelanggan juga berdampak pada peningkatan laba perusahaan.
Pada 2025, Perumdam Tirta Taman Sari menyetorkan laba sebesar Rp 6,93 miliar kepada Pemerintah Kota Madiun, meningkat dibandingkan Rp6,78 miliar pada 2021.
Menurut Suyoto, peningkatan jumlah pelanggan akan semakin memperkuat kemampuan perusahaan memberikan kontribusi kepada daerah.
Selain mengejar pertumbuhan pelanggan, Perumdam juga memastikan kualitas air tetap memenuhi standar kesehatan.
Pengujian kualitas air dilakukan secara rutin setiap bulan bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Magetan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan air yang diproduksi memenuhi standar kualitas air minum sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Suyoto mengajak masyarakat yang masih menggunakan sumur bor maupun sumur pantek untuk beralih memanfaatkan layanan air bersih dari Perumdam.
Menurutnya, semakin banyak pelanggan yang menggunakan layanan Perumdam, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada daerah melalui peningkatan PAD.
"Kalau pelanggan bertambah, pendapatan naik, biaya bisa ditekan, laba meningkat, dan PAD yang disetor ke daerah juga ikut naik," tandas mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM tersebut. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto