Jawa Pos Radar Madiun - Kawasan Bosbow di Kota Madiun berpeluang menjadi ikon wisata sejarah baru.
Pemkot Madiun mulai menyiapkan konsep penataan kawasan peninggalan era kolonial Belanda tersebut dengan memadukan pelestarian bangunan bersejarah, ruang terbuka hijau, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL).
Gagasan tersebut mengemuka saat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, meninjau langsung kawasan Bosbow bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), kemarin (7/7).
Menurut Bagus, kawasan Bosbow memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata heritage di Kota Madiun.
Ia menilai kondisi bangunan utama masih sangat baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan sejarah dan budaya.
"Bangunannya sangat bagus, sudah matang. Tinggal pembenahan di bagian belakang. Bisa dibuat taman, sementara gedung utamanya dapat dimanfaatkan untuk pameran atau museum," ujarnya.
Karena kawasan Bosbow merupakan aset milik TNI, pengembangannya membutuhkan koordinasi lintas instansi.
Pemkot Madiun berencana berkomunikasi dengan Korem 081/Dhirotsaha Jaya dan Kodim 0803/Madiun guna membahas peluang pemanfaatan kawasan tersebut.
Selain revitalisasi bangunan, pemerintah juga menyiapkan penataan pedagang kaki lima agar kawasan wisata nantinya lebih tertib dan nyaman dikunjungi.
"Saya akan berkomunikasi dengan Pak Danrem dan Pak Dandim, apakah kawasan ini bisa kita eksplorasi. Harapannya tentu bisa, seperti kawasan RTM yang mulai kita bersihkan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata," katanya.
Usai mengunjungi Bosbow, rombongan melanjutkan inspeksi ke TPS3R Kresno.
Lokasi di samping fasilitas pengolahan sampah tersebut diusulkan menjadi lokasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Bagus juga meninjau Gedung Dewan Pendidikan Kota Madiun untuk melihat potensi pemanfaatannya.
Menurut Bagus, aset milik pemerintah harus dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak hanya berfungsi sebagai bangunan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Gedung Dewan Pendidikan bahkan diproyeksikan menjadi bagian dari kawasan strategis baru Kota Madiun pada 2027.
"Gedung Dewan Pendidikan harus kita kembangkan. Jangan hanya menjadi gedung, tetapi harus memiliki fungsi yang lebih hidup. Karena tempat ini diproyeksikan menjadi kawasan strategis baru Kota Madiun pada 2027," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto