Jawa Pos Radar Madiun - Seleksi calon Direktur Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki babak akhir.
Panitia seleksi (pansel) resmi menyerahkan tiga kandidat dengan nilai uji kelayakan dan kepatutan (UKK) tertinggi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Meski telah lolos ke tahap final, ketiga kandidat belum bisa dipastikan menjadi direktur.
Penentu utama justru berada pada tahapan wawancara yang akan dilakukan langsung oleh KPM sebelum nama calon diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sekretaris Daerah Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan seleksi diawali dengan sembilan pelamar.
Setelah proses seleksi administrasi, hanya lima peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti UKK pada 27 Juni 2026.
Dari hasil UKK tersebut, pansel menetapkan tiga peserta dengan nilai tertinggi.
Ketiganya diumumkan berdasarkan urutan abjad, yakni Jamaluddin, Joko Nugroho dan Sukoharjono.
"Dari sembilan pelamar, lima lolos administrasi. Setelah UKK tersaring tiga nilai tertinggi. Senin (6/7) kami sudah melaporkan hasilnya kepada KPM, dan hari ini resmi diumumkan," ujarnya, kemarin (7/7).
Soeko menegaskan hasil UKK bukan satu-satunya dasar penentuan direktur baru.
Ketiga kandidat masih memiliki peluang yang sama karena seluruhnya akan mengikuti wawancara bersama KPM.
Dalam tahapan tersebut, para calon diminta memaparkan strategi dan rencana aksi untuk meningkatkan kinerja Perumdam Tirta Taman Sari sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan.
"Wawancara sangat menentukan. Di situ akan terlihat strategi dan rencana aksi masing-masing calon dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi perumdam," katanya.
Ia kembali menekankan bahwa nilai UKK yang tinggi tidak otomatis mengantarkan seseorang menjadi direktur.
"Belum tentu yang nilainya paling tinggi otomatis terpilih. Wawancara juga sangat menentukan," tegas Soeko yang juga Ketua Tim Pansel Calon Direksi Perumdam Tirta Taman Sari.
Pansel menargetkan proses wawancara dapat dilaksanakan paling lambat pekan depan atau sebelum masa jabatan direksi saat ini berakhir pada 14 Juli.
Setelah proses tersebut selesai, hasil seleksi akan disampaikan kepada Kemendagri untuk memperoleh persetujuan sebelum pelantikan dilaksanakan.
Apabila seluruh tahapan belum selesai hingga masa jabatan direksi berakhir, pemerintah daerah akan menunjuk pelaksana tugas (Plt).
"Kalau memungkinkan sebelum masa jabatan direksi berakhir sudah selesai. Kalau belum, nanti akan ada pelaksana tugas (Plt)," ujarnya.
Menurut Soeko, direktur terpilih nantinya akan menghadapi berbagai persoalan yang cukup kompleks di tubuh Perumdam Tirta Taman Sari.
Karena itu, pansel mencari figur yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
"PR utamanya tentu meningkatkan kinerja perusahaan. Permasalahan di perumdam cukup kompleks, sehingga kami harus benar-benar hati-hati dan komprehensif dalam menentukan direktur," katanya.
Soeko menjelaskan Perumdam Tirta Taman Sari ke depan hanya dipimpin satu direktur.
Kebijakan tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 23 Tahun 2024, yang mengatur perusahaan umum daerah dengan jumlah pelanggan di bawah 50 ribu sambungan cukup dipimpin seorang direktur.
Saat ini, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Taman Sari tercatat sebanyak 43.631 sambungan.
"Sementara kalau jumlah pelanggannya lebih dari itu dapat memiliki maksimalp tiga direksi," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto