Jawa Pos Radar Madiun – Suasana sempat dibuat mencekam di RSUD dr. Soedono, Kota Madiun, kemarin (8/7).
Pasien dan pegawai rumah sakit berhamburan keluar gedung setelah terdengar informasi terjadi gempa bumi yang disusul kebakaran di salah satu lantai.
Dalam skenario tersebut, gempa yang berpusat di Samudera Hindia memicu korsleting listrik di lantai tiga hingga menyebabkan kebakaran.
Seluruh pasien kemudian dievakuasi ke luar gedung, sementara pasien yang berada di lantai atas diselamatkan secara bertahap menggunakan berbagai metode evakuasi.
Tim gabungan dari Satpol PP dan Damkar serta BPBD Kota Madiun diterjunkan untuk menangani situasi darurat.
Proses penyelamatan dilakukan menggunakan teknik evakuasi manual hingga vertical rescue.
Namun, seluruh rangkaian tersebut bukan merupakan kejadian sebenarnya.
Kegiatan itu merupakan simulasi mitigasi bencana yang digelar RSUD dr. Soedono untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi dan kebakaran.
Direktur RSUD dr. Soedono Ananda Haris mengatakan, simulasi dilaksanakan selama dua hari.
Hari pertama diisi pembekalan mengenai penanggulangan gempa bumi, kebakaran, serta sistem tanggap darurat.
Sementara hari kedua difokuskan pada simulasi lapangan yang melibatkan 178 peserta dari seluruh unit pelayanan rumah sakit.
"Kami juga sudah memberitahu seluruh pengunjung, pasien, dan keluarga pasien agar tidak terjadi kepanikan selama simulasi berlangsung," ujarnya.
Menurut Haris, latihan tersebut bertujuan menguji sistem komando, koordinasi lintas instansi, hingga mekanisme evakuasi pasien apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Dia memastikan kegiatan simulasi rutin dilaksanakan tanpa mengganggu pelayanan rumah sakit.
Sebelum simulasi dimulai, manajemen juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada pasien dan keluarga melalui kepala ruangan maupun nota dinas.
"Harapannya semua berjalan aman, tidak menimbulkan kepanikan, sekaligus menguji prosedur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana," katanya.
Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandi menambahkan, simulasi tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kondisi darurat.
"Tujuannya, apabila terjadi gempa maupun kebakaran, seluruh personel sudah siap dan terkoordinasi," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto