Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Puluhan ASN Kota Madiun Digembleng Water Rescue, Siaga Hadapi Ancaman Banjir

Erlita H • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:29 WIB
ASN Pemkot Madiun mengikuti pelatihan water rescue di Embung Pilangbango, Kamis (9/7), guna meningkatkan kemampuan penyelamatan dan penanganan bencana berbasis air. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN.
ASN Pemkot Madiun mengikuti pelatihan water rescue di Embung Pilangbango, Kamis (9/7), guna meningkatkan kemampuan penyelamatan dan penanganan bencana berbasis air. FOTO: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN.

Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun digembleng kemampuan penyelamatan di air (water rescue), Kamis (9/7).

Pelatihan yang digelar di Embung Pilangbango itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menghadapi potensi bencana, khususnya banjir.

Pelatihan dipandu langsung tim Basarnas Jatim dengan melibatkan personel BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Kesehatan, kecamatan, hingga kelurahan.

Plt Kalaksa BPBD Kota Madiun M Yusuf Asmadi mengatakan, peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan penting agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

"Teman-teman yang tergabung dalam tim penyelamat harus memahami teknik dan pengetahuan penanganan bencana apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat," ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi manajemen penanggulangan bencana, Incident Command System (ICS), komunikasi darurat, hingga praktik lapangan.

Mereka dilatih mengoperasikan perahu karet, mengevakuasi korban, menggunakan tali penyelamat, serta mengikuti simulasi penyelamatan terpadu.

"Materinya meliputi teori dan praktik penanganan kecelakaan di air agar peserta memiliki kemampuan dasar saat diterjunkan ke lapangan," kata Yusuf yang juga menjabat Camat Taman.

Menurut dia, meski Kota Madiun relatif aman dari ancaman banjir besar, pemerintah tetap memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi tergenang. Di antaranya Kelurahan Pilangbango, Kelun, dan Tawangrejo.

Karena itu, kesiapan personel lintas sektor dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat respons saat terjadi keadaan darurat maupun bencana hidrometeorologi. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Basarnas Jatim #water rescue #bencana banjir #BPBD Kota Madiun #asn kota madiun