Jawa Pos Radar Madiun – Permohonan pembuatan kartu pencari kerja (AK-1) di Kota Madiun meningkat pada musim kelulusan sekolah tahun ini.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun telah menerbitkan 194 kartu AK-1, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada Mei.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker-KUKM Kota Madiun Ike Yessica Kusumawati mengatakan, pada Mei tercatat sebanyak 79 pemohon, atau menjadi angka tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
"Angka tertinggi tercatat pada Mei dengan 79 pemohon. Lonjakan ini cukup signifikan dibanding bulan lainnya," ujarnya, Jumat (10/7).
Dari total 194 pemohon, sebanyak 126 orang atau sekitar 65 persen merupakan lulusan SMA/SMK.
Sisanya terdiri atas 28 lulusan sarjana (S1), 17 diploma, 15 lulusan SMP, dan 8 lulusan SD.
Ike menjelaskan, proses pengurusan AK-1 kini dilakukan secara daring sehingga pemohon tidak perlu mengantre di kantor pelayanan.
"Setelah diverifikasi sesuai SOP, kartu AK-1 bisa dicetak mandiri oleh pemohon dalam waktu sekitar 60 menit," katanya.
Menurut Ike, meningkatnya permohonan AK-1 bukan disebabkan minimnya lapangan pekerjaan di Kota Madiun.
Sebaliknya, kebutuhan tenaga kerja saat ini masih lebih besar dibanding jumlah pencari kerja yang tersedia.
Mayoritas pemohon, lanjut dia, mengurus AK-1 sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk mendaftar sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
"Mayoritas pemohon mengurus AK-1 sebagai syarat administrasi menjadi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Negara tujuan yang paling banyak diminati adalah Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang," paparnya. (errr/her)
Editor : Hengky Ristanto