Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun mulai menata pengembangan batik lokal sebagai identitas daerah.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menginventarisasi motif batik khas Kota Madiun sebelum diajukan untuk memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, upaya tersebut diawali dengan menyerap aspirasi para perajin batik.
Pemerintah ingin memetakan potensi, kendala, dan kebutuhan pelaku usaha agar program pembinaan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
"Kami ingin tahu langsung potensi para perajin, problem yang dihadapi, dan apa yang bisa difasilitasi pemerintah. Pelatihan sudah dilakukan, sekarang yang penting tindak lanjutnya," ujarnya, Minggu (12/7).
Menurut Bagus, karya para perajin akan ditampilkan dalam Madiun Batik Heritage Festival yang digelar pada 16–18 Juli.
Festival tersebut menjadi ajang memperkenalkan motif batik khas Kota Madiun sekaligus memilih desain terbaik untuk dikembangkan lebih lanjut.
"Desain-desain terbaik nantinya akan menjadi batik khas Kota Madiun yang akan kami patenkan. Harapannya seluruh perajin bisa kompak menampilkan karya terbaiknya," katanya.
Selain menjadi sarana promosi, festival juga akan menggelar berbagai perlombaan.
Bagus memastikan proses penjurian dilakukan secara independen agar hasilnya objektif dan dapat diterima seluruh peserta.
"Yang jelas kami pastikan penjurian berlangsung netral," tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto