Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

MPLS di Kota Madiun Dimulai, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah dan Anti-Bullying

Erlita H • Senin, 13 Juli 2026 | 06:30 WIB
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menekankan pelaksanaan MPLS di SD dan SMP Kota Madiun ditekankan berlangsung ramah, bebas perundungan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun menekankan pelaksanaan MPLS di SD dan SMP Kota Madiun ditekankan berlangsung ramah, bebas perundungan. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru jenjang SD dan SMP di Kota Madiun dimulai hari ini (13/7).

Pemkot Madiun meminta seluruh sekolah menerapkan konsep MPLS Ramah dengan mengedepankan pendidikan karakter serta meniadakan praktik perundungan maupun kekerasan.

Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan.

Karena itu, proses pendidikan sejak hari pertama masuk sekolah harus mendapat perhatian serius.

"SDM menjadi prioritas nomor satu pembangunan lima tahun ke depan. Apa yang dipelajari siswa di sekolah harus benar-benar diperhatikan," ujarnya saat ditemui di Lapak UMKM Gedongan, kemarin (12/7).

Menurut Bagus, MPLS tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan disiplin, etika, dan karakter positif kepada peserta didik baru.

Seluruh satuan pendidikan diminta memastikan kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan.

Selain penguatan karakter, Pemkot Madiun juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan.

Implementasi teknologi diharapkan benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar, bukan sekadar menjadi program seremonial.

"Pendidikan menjadi program prioritas dengan alokasi 20 persen APBD. Karena itu digitalisasi harus benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran," kata mantan anggota DPRD Kota Madiun tersebut.

Bagus juga meminta kepala sekolah dan guru meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik guna mencegah praktik bullying maupun segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

"Bullying masih menjadi pekerjaan rumah. Ini harus benar-benar dikawal oleh guru dan kepala sekolah agar sekolah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak," tegasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#kota madiun #bullying #F Bagus Panuntun #mpls #digitalisasi pendidikan