Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PR Besar Direksi Baru Perumdam Kota Madiun, Transformasi Digital hingga Tekan Kebocoran Air

Erlita H • Rabu, 15 Juli 2026 | 02:15 WIB
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun melepas jajaran direksi lama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun yang dipimpin Suyoto. Foto: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun melepas jajaran direksi lama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun yang dipimpin Suyoto. Foto: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Tantangan besar menanti jajaran direksi baru Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun.

Mereka tidak hanya dituntut menjaga kelancaran distribusi air bersih, tetapi juga harus mampu meningkatkan pendapatan, memperbaiki pelayanan pelanggan, hingga membawa perusahaan daerah itu menuju transformasi digital.

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun saat melepas jajaran direksi lama Perumdam Tirta Taman Sari di bawah kepemimpinan Suyoto, Selasa (14/7).

Bagus menegaskan, Perumdam ke depan membutuhkan pemimpin yang memiliki visi pengembangan perusahaan, bukan sekadar mampu mengelola operasional air minum.

"Saya tidak butuh direktur yang hanya bisa mengelola air. Saya butuh direktur yang mampu membawa Perumdam bertransformasi menjadi perusahaan yang memenuhi kebutuhan masyarakat," tegas Bagus.

Menurut dia, direksi baru harus mampu melanjutkan capaian yang telah dibangun manajemen sebelumnya.

Namun, berbagai persoalan yang masih menjadi catatan selama lima tahun terakhir juga harus segera diselesaikan.

Salah satu pekerjaan rumah yang perlu dievaluasi adalah pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).

Bagus menilai langkah tersebut menunjukkan keberanian manajemen membuka peluang pendapatan baru.

"Jangan main aman. Yang terpenting berani melangkah. Kalau ada kekurangan, segera diperbaiki," ujarnya.

Bagus menyebut beberapa sektor yang harus menjadi perhatian direksi baru.

Di antaranya peningkatan pendapatan perusahaan, penurunan tingkat kehilangan air, peningkatan konsumsi pelanggan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebelum mengambil kebijakan, direksi baru diminta melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi perusahaan.

"Dicari dulu problemnya apa, kemudian solusinya bagaimana. Jangan sampai kebijakan dibuat tanpa analisis kondisi riil perusahaan," katanya.

Selain pembenahan internal, Perumdam Tirta Taman Sari juga diproyeksikan menjadi bagian dari sistem pemerintahan digital yang tengah disiapkan Pemkot Madiun.

Melalui digitalisasi, pengelolaan distribusi air, deteksi kebocoran jaringan, penanganan keluhan pelanggan, hingga pemantauan kinerja perusahaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat.

Bagus menekankan perubahan orientasi kerja menjadi salah satu kunci keberhasilan direksi baru.

Menurut dia, seluruh kebijakan Perumdam harus berangkat dari kebutuhan masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Anggaran yang digunakan berasal dari masyarakat. Karena itu seluruh pegawai Perumdam harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat," tuturnya.

Dia juga meminta seluruh pegawai menjaga soliditas selama masa transisi kepemimpinan.

Kompetisi internal, kata dia, diperbolehkan selama bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan.

"Kompetisi internal dipersilakan selama bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan, bukan memicu konflik," jelasnya.

Sementara itu, sebelum direktur definitif ditetapkan, jabatan pelaksana tugas (Plt) akan diisi oleh unsur dewan pengawas.

Bagus berharap proses penetapan direksi baru segera rampung agar Perumdam memiliki kepemimpinan definitif.

"Harapan saya sesegera mungkin supaya seluruh pegawai memiliki komando yang jelas," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
direksi baru perumdam perumdam tirta taman sari Pemkot Madiun