Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Target Pendapatan Meleset, Laba Perumdam Kota Madiun Era Suyoto Malah Melonjak

Erlita H • Rabu, 15 Juli 2026 | 02:21 WIB
Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto menyampaikan laporan kinerja akhir masa jabatan. Foto: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto menyampaikan laporan kinerja akhir masa jabatan. Foto: BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Masa jabatan Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Suyoto resmi berakhir, Selasa (14/7).

Selama periode kepemimpinannya, perusahaan daerah tersebut mencatat capaian positif pada sisi laba dan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), meski target pendapatan belum sepenuhnya tercapai.

Suyoto menyampaikan, realisasi pendapatan Perumdam Tirta Taman Sari selama 2021–2025 berada pada kisaran 95 hingga 99 persen dari target yang ditetapkan.

Salah satu faktor penyebabnya adalah penurunan konsumsi air pelanggan yang berdampak terhadap volume penjualan.

"Kami mohon maaf karena target pendapatan selama lima tahun belum bisa tercapai. Namun laba perusahaan dan kontribusi PAD tetap memenuhi bahkan melampaui target," ujar Suyoto saat menyampaikan laporan kinerja sekaligus berpamitan dengan jajaran pemerintah kota dan pegawai Perumdam.

Meski target pendapatan belum maksimal, kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif.

Pada 2025, laba bersih Perumdam Tirta Taman Sari tercatat sekitar Rp14,65 miliar atau mencapai 107,63 persen dari target.

Selain laba, kontribusi perusahaan terhadap PAD Kota Madiun juga terus meningkat sesuai ketentuan yang berlaku.

Suyoto mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar Perumdam saat ini adalah rendahnya rata-rata konsumsi air pelanggan.

Hingga Juni 2026, konsumsi domestik baru mencapai 18,69 meter kubik per pelanggan.

Angka tersebut masih berada di bawah target 21 meter kubik per pelanggan.

Kondisi itu turut memengaruhi capaian pendapatan penjualan air yang hingga pertengahan 2026 baru mencapai sekitar 89,6 persen dari target anggaran.

"Konsumsi rata-rata pelanggan harus menjadi perhatian direksi baru. Kalau konsumsi bisa dinaikkan sesuai target, otomatis volume penjualan dan pendapatan perusahaan juga akan meningkat," jelasnya.

Menurut Suyoto, peningkatan konsumsi pelanggan menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kinerja bisnis Perumdam ke depan.

Direksi baru perlu melakukan berbagai strategi agar pemanfaatan layanan air meningkat.

Selain layanan air perpipaan, sektor bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) juga menjadi perhatian.

Suyoto menyebut penjualan AMDK Perumdam mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang semester pertama 2026.

Dia berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu mengoptimalkan pemasaran produk AMDK milik Perumdam, terutama melalui penggunaan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Karena itu, saya berharap dukungan pemerintah daerah melalui optimalisasi penggunaan produk AMDK Perumdam di lingkungan OPD," katanya.

Mengakhiri masa jabatannya, Suyoto menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkot Madiun, dewan pengawas, serta seluruh pegawai atas berbagai kekurangan selama memimpin perusahaan daerah tersebut.

Dia berharap Perumdam Tirta Taman Sari terus berkembang dan mampu meningkatkan pelayanan masyarakat di bawah kepemimpinan direksi baru.

"Semoga Perumdam ke depan semakin maju di bawah kepemimpinan direksi yang baru," pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Kinerja Suyoto Perumdam Madiun Laba Perumdam Madiun perumdam tirta taman sari PDAM Kota Madiun