Jawa Pos Radar Madiun - Selasar Balai Kota Madiun berubah menjadi ruang budaya yang hidup pada Kamis (16/7).
Deretan kain batik khas Nusantara, dekorasi bernuansa tradisional, dan alunan musik karawitan menyambut para pengunjung sejak pagi.
Suasana hangat tersebut menjadi pembuka Madiun Batik Heritage Festival 2026, sebuah perhelatan yang mengajak masyarakat menikmati sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia.
Festival Batik Hadirkan Pengalaman yang Berbeda
Mengusung tema "Merajut Warisan, Menenun Masa Depan", festival ini tidak hanya menghadirkan pameran batik, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara masyarakat dan para perajin.
Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan batik melalui berbagai demonstrasi yang memperlihatkan ketelitian serta nilai seni di balik setiap karya.
Baca Juga: NASA Ajak Publik Ikut Terbang Bersama Roman Space Telescope, Apa Misi Besarnya?
Di berbagai sudut lokasi, suasana tampak ramai.
Sebagian pengunjung berburu koleksi batik favorit, sementara yang lain mengamati proses membatik secara langsung yang diperagakan oleh para pengrajin.
Beragam Aktivitas Budaya Menarik
Festival menghadirkan sejumlah kegiatan yang memadukan edukasi, seni, dan hiburan. Beberapa di antaranya meliputi:
- Exhibition Batik.
- Gebyar Batik Discount.
- Nyanting on the Spot.
- Nitik Wayang dan seni ukir.
- Lomba Batik Photo Hunt.
- Digital Batik Design Competition.
- Street Batik Fashion Show.
- Batik Craft Painting.
- Pertunjukan karawitan.
- Band performance dan music performance.
- Penampilan SADE Batik.
- Pengumuman pemenang berbagai lomba.
Baca Juga: Teleskop Baru NASA Siap Diluncurkan 2026, Mampukah Mengungkap Misteri Terbesar Alam Semesta?
Lebih dari Sekadar Pameran
Madiun Batik Heritage Festival menjadi wadah bagi para perajin lokal untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
Selain memperluas apresiasi terhadap batik, festival ini juga diharapkan mampu mendukung pelaku UMKM kreatif dan memperkuat identitas budaya Kota Madiun.
Melalui kegiatan yang menggabungkan tradisi dengan inovasi, masyarakat diajak melihat bahwa batik tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga memiliki ruang untuk terus berkembang mengikuti zaman.
Jadwal Pelaksanaan Festival
Festival berlangsung selama 16–17 Juli 2026 di Balai Kota Madiun.
Selama dua hari, pengunjung dapat mengikuti berbagai agenda budaya, kompetisi, hingga pertunjukan seni yang telah dijadwalkan panitia.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat pada hari pertama, Madiun Batik Heritage Festival diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan batik lokal, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. (*)
*Herlinda Nur Fauziya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : Madiun Today