Pemkot Madiun Siapkan 300 Pelukis Cilik Ramaikan Lomba Lukis Batik Agustus

Erlita H • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:03 WIB
ASAH KREATIVITAS: Pelajar SD dan SMP mengikuti lomba lukis batik pada media anyaman dalam rangkaian Madiun Batik Heritage di kompleks Balai Kota Madiun. ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN
ASAH KREATIVITAS: Pelajar SD dan SMP mengikuti lomba lukis batik pada media anyaman dalam rangkaian Madiun Batik Heritage di kompleks Balai Kota Madiun. ERLITA HERMININGSIH/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Kota Madiun menyiapkan langkah regenerasi pelaku seni dan pelestari batik sejak usia dini.

Setelah menggelar lomba melukis batik pada media anyaman dalam rangkaian Madiun Batik Heritage, pemkot berencana mengadakan kompetisi yang lebih besar dengan melibatkan sekitar 300 pelukis cilik pada Agustus mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, karya 38 peserta dari jenjang SD dan SMP telah mampu menggambarkan identitas khas Kota Madiun.

Bahkan, beberapa hasil lukisan dinilai memiliki kualitas yang menjanjikan.

"Saya lihat secara dasar sudah sesuai dengan identitas Kota Madiun. Tinggal menunggu hasil akhirnya, tetapi beberapa karya sudah terlihat bagus," ujarnya, Minggu (19/7).

Menurut Bagus, pembinaan kreativitas perlu dimulai sejak bangku sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat seni sekaligus mengenal dan mencintai budaya lokal.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot Madiun akan menggelar lomba melukis dalam skala lebih besar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada Agustus mendatang.

"Nanti akan kami perbanyak. Sekitar 300 pelukis cilik akan melukis langsung di atas kertas maupun kanvas di PSC," katanya.

Salah seorang peserta, Shally Secundina Vallance Azzara dari MTsN Kota Madiun, memilih tema Pendekar Pecel pada media tampah.

Ia memadukan ikon pendekar, bunga melati, dan pecel sebagai representasi identitas Kota Madiun.

"Saya memilih tema itu karena pendekar dan pecel merupakan ikon Kota Madiun," ujarnya.

Shally mengaku melukis di atas media anyaman menjadi pengalaman yang berbeda karena permukaannya tidak rata seperti kertas.

Meski demikian, tantangan tersebut justru memotivasinya untuk kembali mengikuti kompetisi serupa.

"Biasanya (melukis) menggunakan media kertas," tandasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
Madiun Batik Heritage lomba lukis batik pelajar madiun kota madiun Pahlawan Street Center