Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Kota Madiun memastikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap rukun tetangga (RT) segera direalisasikan setelah sempat tertunda akibat penyesuaian regulasi dan perubahan nomor rekening penerima.
Penyaluran secara simbolis ditargetkan berlangsung pada akhir Juli bersamaan dengan peluncuran program Pilah Sampah dari Rumah.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, bantuan tersebut akan diserahkan saat pencanangan program yang dijadwalkan pada 30 Juli.
"Bantuan Rp 10 juta untuk masing-masing RT kemarin sempat tertunda karena ada perubahan aturan, sekaligus penyesuaian nomor rekening. Insya Allah secara simbolis akan kami serahkan saat pencanangan program Pilah Sampah dari Rumah pada 30 Juli," ujarnya, Minggu (19/7).
Bagus menjelaskan, pelaksanaan program akan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah disusun.
Seluruh RT di Kota Madiun diharapkan mampu menjalankan pemilahan sampah sejak dari sumber untuk mengurangi volume sampah residu yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Winongo.
"Harapannya, sesuai juknis, seluruh RT bisa melaksanakan program ini. Kami bersama DLH juga terus mematangkan mekanisme pemantauannya agar tujuan akhirnya, yakni mengurangi residu di TPA, benar-benar tercapai," katanya.
Selain mendorong pemilahan sampah, Pemkot Madiun juga akan memperkuat keberadaan bank sampah hingga tingkat lingkungan.
Bank sampah yang telah berjalan akan dioptimalkan, sekaligus mendorong terbentuknya bank sampah baru dengan melibatkan relawan.
"Bank sampah yang sudah ada akan kami berdayakan. Harapannya nanti muncul lagi bank-bank sampah baru atau relawan yang bisa membantu pengelolaannya," jelas mantan anggota DPRD Kota Madiun itu.
Terkait mekanisme penyaluran bantuan, Bagus menyebut dana akan diterima sekaligus oleh masing-masing RT.
Namun, sebagian anggaran akan digunakan untuk kebutuhan administrasi sesuai ketentuan dalam petunjuk teknis.
"Dana akan langsung diserahkan. Sesuai juknis, ada porsi untuk administrasi sehingga nilai yang dapat dimanfaatkan dalam program sekitar Rp 9 juta," pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto