Dapur Masih Jadi Pemicu Utama, Kota Madiun Catat 12 Kebakaran Besar Sepanjang 2026

Erlita H • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 03:15 WIB
Petugas Damkar Kota Madiun mengintensifkan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat menyusul meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. DOK RADAR MADIUN
Petugas Damkar Kota Madiun mengintensifkan edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat menyusul meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Musim kemarau membawa ancaman yang tak boleh dianggap sepele. Di Kota Madiun, kebakaran masih didominasi insiden yang bermula dari dapur rumah.

Kelalaian saat menggunakan kompor maupun tabung LPG menjadi penyebab utama peristiwa yang menghanguskan bangunan dan mengancam keselamatan warga.

Data Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menunjukkan, sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026 telah terjadi 12 kasus kebakaran besar yang harus ditangani petugas.

Selain menangani kebakaran besar, petugas pemadam kebakaran juga mencatat empat kejadian kebakaran kecil akibat korsleting listrik, tiga kasus kebocoran gas, serta satu insiden mobil terbakar.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Gamal Arfan Afandi mengatakan, sebagian besar kebakaran rumah berawal dari aktivitas di dapur.

Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi kompor lupa dimatikan setelah digunakan.

Lalu, kebocoran regulator atau tabung LPG dan lilin yang ditinggalkan tetap menyala.

''Yang paling banyak memang kebakaran dapur. Sebelum beraktivitas, pastikan tabung gas, regulator, dan kompor dalam kondisi aman. Kalau ada kebocoran, saat kompor dinyalakan bisa memicu ledakan,'' ujarnya, kemarin (19/7).

Berdasarkan catatan Damkar Kota Madiun, sejumlah kebakaran besar selama 2026 terjadi di berbagai lokasi.

Antara lain, Pasar Srijaya, Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun, Bekas Gudang Bulog, sejumlah rumah warga, lahan kosong dan semak belukar.

Salah satu kejadian bahkan menyebabkan seorang warga mengalami luka-luka.

Memasuki musim kemarau, Damkar Kota Madiun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun membersihkan lahan.

Api yang tidak diawasi berpotensi merambat ke area sekitar dan memicu kebakaran yang lebih besar.

Gamal meminta masyarakat tidak meninggalkan api tanpa pengawasan hingga benar-benar padam.

''Kalau membakar sampah harus ditunggui dan jangan ditinggalkan. Api bisa merambat dan memicu kebakaran yang lebih besar,'' tegas Gamal. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
tabung LPG Damkar Kota Madiun kebakaran kota madiun musim kemarau kebakaran rumah