Pemkot Madiun Perbanyak Panggung Seni untuk Cegah Anak Kecanduan Gawai

Erlita H • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:12 WIB
BATASI GAWAI: Pemkot Madiun mendorong lebih banyak panggung seni bagi anak sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap gadget sekaligus melestarikan budaya lokal. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
BATASI GAWAI: Pemkot Madiun mendorong lebih banyak panggung seni bagi anak sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap gadget sekaligus melestarikan budaya lokal. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Derasnya gempuran arus digitalisasi coba diimbangi Pemkot Madiun dengan memperkuat ruang ekspresi seni bagi anak-anak.

Langkah itu dilakukan untuk menekan ketergantungan terhadap gawai sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menilai penggunaan gawai tidak bisa dihindari.

Namun, anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk berkreativitas dan mengenal budaya Jawa agar tidak larut dalam dunia digital.

’’Saya titip kepada bapak dan ibu guru agar terus mengawal anak-anak yang memiliki potensi dan kreativitas. Selain mengurangi penggunaan gawai, kita juga harus menjaga keseimbangan antara perkembangan teknologi dengan pelestarian budaya Jawa,’’ ujarnya, Selasa (21/7).

Sebagai bentuk komitmen, pemkot akan memperbanyak kegiatan seni, termasuk Madiun Menari yang melibatkan sekitar 3.500 peserta.

Menurut Bagus, ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah menyalurkan bakat, tetapi juga membangun karakter generasi muda.

Dia menegaskan pembinaan talenta seni tidak boleh berhenti pada perlombaan.

Pemkot menyiapkan halaman balai kota sebagai panggung seni yang akan dimanfaatkan secara rutin untuk berbagai pertunjukan budaya.

’’Potensi anak-anak sangat besar. Ruang-ruang seperti ini harus dimanfaatkan agar kemampuan mereka terus berkembang,’’ kata mantan anggota DPRD Kota Madiun tersebut.

Bagus juga mengajak orang tua dan guru memperkuat pengawasan penggunaan gawai.

Menurutnya, komunikasi di rumah dan kebijakan sekolah mengumpulkan telepon seluler selama proses belajar menjadi langkah penting agar anak tetap fokus belajar.

’’Gawai itu kita yang mengendalikan, bukan kita yang dikendalikan gawai. Menggunakannya boleh, tetapi waktunya harus dijaga dan dibatasi dengan baik,’’ tegasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
kecanduan gawai madiun menari Pemkot Madiun