Jawa Pos Radar Madiun – Jumlah paskibra Kota Madiun berkurang jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Dari semula 65 orang, kini tersisa 63 anggota setelah dua peserta mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Kondisi itu tak bisa diantisipasi dengan peserta pengganti karena seleksi tahun ini tidak menyediakan cadangan.
Kabid Ideologi Bakesbangpol Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo mengatakan, kedua peserta yang mundur masing-masing berasal dari SMAN 4 Madiun dan SMAN 2 Madiun.
Seorang peserta putri didiagnosis menderita asam lambung kronis berdasarkan hasil pemeriksaan medis pada Juni lalu.
Sedangkan peserta putra tidak mendapat rekomendasi melanjutkan latihan setelah mengalami patah tulang tangan akibat kecelakaan saat bermain basket pada minggu lalu.
’’Keputusan itu diambil setelah pemanggilan orang tua, pelatih, dan tim medis,’’ ujarnya, Selasa (21/7).
Hengky menjelaskan, seleksi paskibra oleh BPIP tahun ini hanya menetapkan 65 peserta tanpa daftar cadangan.
Akibatnya, dua kursi yang kosong tidak bisa diisi peserta lain.
Meski demikian, seluruh rangkaian tugas pengibaran dan penurunan bendera tetap akan dijalankan oleh 63 anggota seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saat ini, para anggota telah menjalani latihan sejak 15 Juli.
Materi difokuskan pada pembentukan fisik, latihan pernapasan, dan kebugaran sebagai fondasi sebelum memasuki latihan baris-berbaris intensif.
’’Kami membangun dasar latihan paskibra dimulai dari latihan fisik dan kebugaran jasmani,’’ katanya.
Di sisi lain, dua anggota paskibra Kota Madiun yang lolos ke tingkat provinsi dijadwalkan menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, mulai 7 Agustus.
Sementara itu, bakesbangpol juga menggandeng dinkes-PPKB untuk menyiapkan vitamin dan suplemen guna menjaga kondisi peserta selama latihan.
Hengky berpesan agar seluruh anggota menjaga fokus dan kesehatan hingga hari pelaksanaan.
’’Seorang paskibra tentu tidak ingin bendera Merah Putih sampai terbalik saat dikibarkan,’’ tegasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto