Jawa Pos Radar Madiun – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun menerapkan pola baru dalam pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan pemerataan prestasi sehingga peluang lolos ke tingkat lebih tinggi tidak lagi didominasi sekolah unggulan.
Hasilnya, sebanyak 79 siswa berhasil lolos ke OSN tingkat kabupaten/kota (OSN-K) tahun ini.
Rinciannya, 29 siswa berasal dari Kota Madiun, 22 siswa dari Kabupaten Madiun, dan 28 siswa dari Kabupaten Ngawi.
Kasi SMA/PK-PLK Cabdindik Jatim Wilayah Madiun, Changgih Swantaka Yoga Nendi, mengatakan pemerataan kualitas pembinaan menjadi prioritas utama.
Karena itu, pihaknya menerapkan sejumlah strategi baru, mulai dari sistem tutor sebaya antarsekolah, rotasi guru pembina, hingga pelatihan terpusat bagi guru dan peserta.
"Strategi ini bertujuan mengurangi kesenjangan prestasi antara sekolah unggulan dan sekolah yang masih berkembang sehingga seluruh SMA memiliki peluang yang sama untuk berprestasi di OSN," ujarnya, Rabu (22/7).
Selain memperkuat pembinaan, Cabdindik juga mendorong sekolah yang selama ini belum pernah meloloskan peserta ke tingkat provinsi agar lebih aktif mengikuti seleksi.
Pendampingan dilakukan melalui pembinaan terpusat, pembahasan dan analisis soal, serta pelaksanaan try out secara berkala yang difasilitasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Tak hanya itu, sosialisasi petunjuk teknis juga diperluas agar seluruh sekolah, termasuk sekolah swasta dan sekolah di wilayah pinggiran, memiliki kesempatan yang sama untuk mengirimkan peserta dalam ajang OSN.
"Apresiasi kepada sekolah dan siswa berprestasi terus diberikan sebagai motivasi bagi satuan pendidikan lain untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi," tambah Changgih.
Menurut dia, pelaksanaan pembinaan OSN mengacu pada Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid serta Kepmendikdasmen Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid.
Melalui regulasi tersebut, setiap sekolah diwajibkan menyelenggarakan pembinaan secara berjenjang, mulai dari seleksi tingkat sekolah hingga persiapan menghadapi kompetisi pada jenjang berikutnya.
"Dengan sistem pembinaan yang lebih merata, kami berharap semakin banyak sekolah di wilayah Madiun yang mampu melahirkan siswa berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional," tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto