Lantai Dua Pasar Sleko Madiun Disulap Jadi Sentra Ekonomi Kreatif, Sewa Gratis 6 Bulan

Erlita H • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 19:09 WIB
MADIUN YOUTH CREATIVE: Puluhan pelaku ekonomi kreatif mulai menempati kios di lantai dua Pasar Sleko, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
MADIUN YOUTH CREATIVE: Puluhan pelaku ekonomi kreatif mulai menempati kios di lantai dua Pasar Sleko, Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun menghidupkan kembali lantai dua Pasar Sleko yang selama beberapa tahun minim aktivitas.

Area yang sebelumnya dipenuhi kios kosong kini diubah menjadi sentra ekonomi kreatif dengan menghadirkan puluhan pelaku usaha muda.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, perubahan konsep dilakukan karena aktivitas perdagangan di lantai dua Pasar Sleko tidak berkembang sejak pasar kembali beroperasi usai direvitalisasi pada 2021.

"Awalnya saya melihat operasional lantai dua pasar tidak berjalan. Akhirnya kami mengajak teman-teman ekonomi kreatif masuk ke sini hingga akhirnya hari ini resmi dibuka," ujarnya, Selasa (21/7) malam.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Pemkot Madiun menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) guna menyeleksi pelaku ekonomi kreatif yang akan menempati kios-kios di lantai dua.

Dari puluhan pendaftar, hanya tenant yang dinilai sesuai dengan konsep pengembangan pasar kreatif dan kapasitas ruang yang diterima.

Baca Juga: Sidang Korupsi Maidi Ungkap Pengakuan Jemakir Pinjam Rp 20 Juta ke Kontraktor

Sebagai stimulus bagi pelaku usaha, Pemkot Madiun memberikan pembebasan biaya sewa kios selama enam bulan pertama.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mengembalikan aktivitas perdagangan di Pasar Sleko.

"Yang penting mereka masuk dulu, aktivitas berjalan, pasar menjadi ramai, kemudian usahanya berkembang," kata Bagus.

Beragam jenis usaha kini mengisi kawasan yang diberi nama Madiun Youth Creative tersebut.

Mulai dari kedai kopi, wedangan literasi, batik, kerajinan tangan, barang antik, hingga dekorasi bergaya industrial.

Menurut Bagus, keberagaman produk tersebut diharapkan menjadi daya tarik baru yang mampu mengubah citra Pasar Sleko menjadi ruang kreatif sekaligus destinasi wisata alternatif di Kota Madiun.

"Daripada ruangannya kosong, lebih baik dimanfaatkan menjadi pasar kreatif. Harapannya ini menjadi salah satu destinasi wisata kreatif di Kota Madiun," ungkapnya. (err/her/*)

Editor : Hengky Ristanto
lantai dua pasar sleko anak muda Ekonomi kreatif pasar sleko Pemkot Madiun